REDAKSI8.COM, BANJARMASIN – Peluang emas bagi mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lambung Mangkurat (FEB ULM) untuk mencicipi dunia kerja kini terbuka semakin lebar.
Melalui kerja sama strategis yang diresmikan bersama PT Jamkrida Kalimantan Selatan (Perseroda) pada Senin (8/6/2026), kedua belah pihak sepakat untuk meluncurkan rangkaian program berkelanjutan mulai dari pelatihan, program magang, riset bersama, hingga pengabdian masyarakat.

Penguatan kompetensi tersebut diawali secara konkret lewat Seminar Literasi Keuangan bertajuk Penjaminan Kredit dan Cerdas Finansial untuk Kemandirian Fiskal yang digelar di Lecture Theater Mini FEB ULM.
Langkah itu diambil sebagai respons nyata untuk menjembatani teori akademik di kampus dengan dinamika praktis di industri keuangan. Dalam momentum tersebut, pihak fakultas menegaskan kesiapannya untuk memperluas kolaborasi demi memberikan manfaat yang langsung menyentuh kebutuhan mahasiswa dan komunitas lokal.
Sinergi tersebut dinilai menjadi angin segar bagi para akademisi kampus agar mampu mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara teori, tetapi juga cekatan saat terjun ke lapangan.
Apresiasi besar pun datang dari internal kampus terhadap kolaborasi yang melibatkan para praktisi ini. Saat membacakan sambutan, Kepala Jurusan Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan FEB ULM, Syahrituah Siregar, menekankan betapa krusialnya hubungan erat antara kampus dan industri dalam mendongkrak daya saing daerah.
“Kolaborasi ini merupakan wujud nyata sinergi antara dunia akademik dan praktisi yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kalimantan Selatan,” ujarnya.
Melalui seminar interaktif yang dihadiri dosen dan mahasiswa tersebut, dua narasumber ahli, Dr. Muzdaliffah dan Yusda Rizaldi Noor langsung membedah mekanisme penjaminan kredit serta taktik pengelolaan keuangan pribadi.
Penyelenggara sengaja menggunakan pendekatan aplikatif agar mahasiswa paham bagaimana peran lembaga penjaminan dalam memperluas akses pembiayaan bagi sektor riil dan UMKM.
Pada akhirnya, investasi jangka panjang melalui peningkatan literasi keuangan ini diharapkan dapat menjadi fondasi kokoh dalam membangun ekosistem keuangan daerah yang jauh lebih inklusif dan mandiri.



