REDAKSI8.COM, BANJAR – Menjelang dimulainya Tahun Ajaran 2026/2027, Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar bersama Forum Pengawas TK Indonesia (FPTKI) Kabupaten Banjar memperkuat kesiapan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Anak di seluruh Taman Kanak-Kanak (TK). Langkah ini dilakukan untuk memastikan hari-hari pertama anak di sekolah menjadi pengalaman yang menyenangkan, aman, dan mendukung perkembangan mereka.
Persiapan tersebut dibahas dalam forum strategis yang digelar di Ruang Rapat Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar, Kamis (2/7/2026). Kegiatan dibuka oleh Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan PNF Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar, Arliza Mayasari, S.E., M.M., serta dihadiri jajaran Bidang Pembinaan PAUD dan PNF, di antaranya Kepala Seksi PTK PAUD dan PNF Syrajudin, S.Pd., S.Kom., Kepala Seksi PAUD Mariatul Qibtiah, S.Pd., Ketua FPTKI Kabupaten Banjar Syamsuwal Qomar, S.Pd., serta seluruh pengawas TK se-Kabupaten Banjar.
Forum tersebut menjadi wadah koordinasi untuk menyamakan persepsi mengenai pelaksanaan MPLS yang selaras dengan kebijakan pemerintah tentang Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan. Melalui kesamaan pemahaman ini, diharapkan setiap satuan pendidikan TK dapat menerapkan kegiatan pengenalan sekolah yang berkualitas dan berorientasi pada kebutuhan anak.
Dalam pertemuan tersebut, peserta membahas penyusunan panduan sekaligus standardisasi pelaksanaan MPLS di seluruh TK. Standar ini bertujuan agar kegiatan pada hari-hari pertama sekolah berlangsung secara edukatif, kreatif, dan menyenangkan, sekaligus memberikan pengalaman belajar yang positif tanpa tekanan maupun praktik yang tidak sesuai dengan prinsip pendidikan anak usia dini.
Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan PNF Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar, Arliza Mayasari, menegaskan bahwa pengawas TK memiliki peran penting dalam memastikan seluruh satuan pendidikan melaksanakan MPLS sesuai prinsip ramah anak.
“MPLS adalah gerbang pertama anak-anak kita mengenal dunia persekolahan formal. Oleh karena itu, saya meminta seluruh pengawas TK di bawah naungan FPTKI untuk mengawal ketat agar kegiatan MPLS tahun ini benar-benar ramah anak, berfokus pada pembentukan karakter, dan menyenangkan. Jangan ada pemaksaan calistung yang kaku, melainkan bangun suasana yang membuat anak merasa aman dan rindu untuk kembali ke sekolah,” tegas Arliza.
Ia menambahkan, tujuan utama MPLS bukan hanya memperkenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga membantu anak membangun rasa percaya diri, mengenal guru dan teman baru, serta menumbuhkan semangat belajar sejak hari pertama.
Sementara itu, Ketua FPTKI Kabupaten Banjar, Syamsuwal Qomar, mengatakan hasil forum akan segera ditindaklanjuti melalui sosialisasi kepada seluruh kepala TK dan guru di Kabupaten Banjar agar pelaksanaan MPLS berjalan seragam di setiap satuan pendidikan.
“FPTKI berkomitmen mengawal implementasi rekomendasi yang telah disusun agar seluruh satuan TK memiliki pemahaman yang sama dalam melaksanakan MPLS yang ramah anak, berkualitas, dan mendukung keberhasilan transisi PAUD ke SD,” ujarnya.
Melalui forum ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar bersama FPTKI berharap pelaksanaan MPLS pada tahun ajaran baru dapat berlangsung lebih terarah, humanis, dan berpihak pada kepentingan terbaik anak. Sinergi antara pengawas, kepala sekolah, guru, serta seluruh pemangku kepentingan diyakini mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan, sehingga anak-anak dapat memulai perjalanan pendidikan mereka dengan penuh semangat dan rasa bahagia.



