REDAKSI8.COM, BANJAR – Pemerintah Desa Bakambat menggelar Rembuk Stunting sebagai bagian dari upaya memperkuat pencegahan dan percepatan penurunan angka stunting sekaligus menyusun program pembangunan desa untuk Tahun Anggaran 2027.
Kegiatan tersebut menjadi forum strategis bagi pemerintah desa bersama berbagai unsur terkait untuk membahas kondisi serta kebutuhan penanganan stunting di tingkat desa. Sejumlah usulan dan masukan dihimpun sebagai bahan dalam menentukan program yang benar-benar tepat sasaran.
Perhatian utama diarahkan pada kelompok yang dinilai rentan terhadap stunting, terutama ibu hamil, bayi dan balita, serta keluarga yang memiliki risiko stunting.
Kepala Desa Bakambat, Kasmayuda, mengatakan rembuk stunting memiliki peran penting karena penanganan masalah gizi dan tumbuh kembang anak tidak bisa dilakukan secara parsial.
Menurutnya, pencegahan stunting harus menjadi bagian dari proses perencanaan pembangunan desa, terutama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.
“Melalui rembuk stunting ini, diharapkan seluruh pihak dapat bersinergi dalam menyusun program yang efektif dan berkelanjutan sehingga upaya pencegahan dan penurunan stunting dapat berjalan optimal di Desa Bakambat,” ujar Kasmayuda.
Ia menegaskan, keberhasilan penanganan stunting membutuhkan dukungan dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Pemerintah desa tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan kader kesehatan, tenaga medis, keluarga, hingga masyarakat.
Rembuk stunting juga menjadi momentum untuk memastikan berbagai intervensi yang direncanakan nantinya benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
Mulai dari penguatan edukasi keluarga, pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak, peningkatan perhatian terhadap kesehatan ibu dan anak, hingga langkah-langkah lain yang dapat mencegah munculnya kasus stunting baru.
“Penanganan stunting bukan hanya tugas pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab bersama. Karena itu, keterlibatan masyarakat sangat penting agar setiap program yang direncanakan dapat berjalan secara berkelanjutan,” tegasnya.
Di akhir kegiatan, seluruh pihak menyusun dan menyepakati sejumlah usulan program prioritas pencegahan dan penanganan stunting. Usulan tersebut selanjutnya akan menjadi bagian dari bahan perencanaan pembangunan Desa Bakambat Tahun 2027.
Dengan adanya kesepakatan tersebut, Pemerintah Desa Bakambat berharap program penanganan stunting ke depan dapat lebih terarah, terukur, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Rembuk stunting pun diharapkan tidak berhenti sebagai forum perencanaan, tetapi menjadi langkah awal untuk memperkuat kolaborasi seluruh pihak dalam menciptakan generasi Desa Bakambat yang sehat, tumbuh optimal, dan berkualitas.
Kegiatan tersebut menjadi forum strategis bagi pemerintah desa bersama berbagai unsur terkait untuk membahas kondisi serta kebutuhan penanganan stunting di tingkat desa. Sejumlah usulan dan masukan dihimpun sebagai bahan dalam menentukan program yang benar-benar tepat sasaran.
Perhatian utama diarahkan pada kelompok yang dinilai rentan terhadap stunting, terutama ibu hamil, bayi dan balita, serta keluarga yang memiliki risiko stunting.
Kepala Desa Bakambat, Kasmayuda, mengatakan rembuk stunting memiliki peran penting karena penanganan masalah gizi dan tumbuh kembang anak tidak bisa dilakukan secara parsial.
Menurutnya, pencegahan stunting harus menjadi bagian dari proses perencanaan pembangunan desa, terutama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.
“Melalui rembuk stunting ini, diharapkan seluruh pihak dapat bersinergi dalam menyusun program yang efektif dan berkelanjutan sehingga upaya pencegahan dan penurunan stunting dapat berjalan optimal di Desa Bakambat,” ujar Kasmayuda.
Ia menegaskan, keberhasilan penanganan stunting membutuhkan dukungan dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Pemerintah desa tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan kader kesehatan, tenaga medis, keluarga, hingga masyarakat.
Rembuk stunting juga menjadi momentum untuk memastikan berbagai intervensi yang direncanakan nantinya benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
Mulai dari penguatan edukasi keluarga, pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak, peningkatan perhatian terhadap kesehatan ibu dan anak, hingga langkah-langkah lain yang dapat mencegah munculnya kasus stunting baru.
“Penanganan stunting bukan hanya tugas pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab bersama. Karena itu, keterlibatan masyarakat sangat penting agar setiap program yang direncanakan dapat berjalan secara berkelanjutan,” tegasnya.
Di akhir kegiatan, seluruh pihak menyusun dan menyepakati sejumlah usulan program prioritas pencegahan dan penanganan stunting. Usulan tersebut selanjutnya akan menjadi bagian dari bahan perencanaan pembangunan Desa Bakambat Tahun 2027.
Dengan adanya kesepakatan tersebut, Pemerintah Desa Bakambat berharap program penanganan stunting ke depan dapat lebih terarah, terukur, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Rembuk stunting pun diharapkan tidak berhenti sebagai forum perencanaan, tetapi menjadi langkah awal untuk memperkuat kolaborasi seluruh pihak dalam menciptakan generasi Desa Bakambat yang sehat, tumbuh optimal, dan berkualitas.

