REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Brimob Polda Kaltim menerjunkan 190 personel Bawah Kendali Operasi dalam kerangka Operasi Aman Nusa II 2026 untuk memperkuat barisan penanganan krisis di wilayah Kalimantan Barat.
Langkah percepatan perkuatan darat itu diambil menyusul peningkatan drastis titik panas yang mulai mengancam kesehatan masyarakat dan menurunkan kualitas udara di sejumlah kabupaten sepanjang Agustus ini.


Kapolda Kaltim, Irjen. Pol. Endar Priantoro, menegaskan, eskalasi Karhutla di Kalbar dipacu oleh vegetasi kering serta hempasan angin kencang yang menuntut keterlibatan personel tambahan secara masif.
“Tambahan personel ini untuk memperkuat respons terhadap peningkatan titik panas di Kalbar,” jelas Kapolda Kaltim, Irjen. Pol. Endar Priantoro, Senin (24/8/26).
Dalam pelepasan penugasan yang dipimpin oleh Komisaris Besar Polisi Iwan Hidayat selaku Komandan Detasemen Penugasan, Kapolda menekankan krusialnya kesatuan komando dan taktik pemadaman terpadu.
Personel diwajibkan menjalin koordinasi ketat dengan jajaran Polda Kalbar, TNI, Manggala Agni, BPBD, hingga masyarakat peduli api untuk menekan penyebaran titik api secara efisien dan aman.
“Semua kekuatan harus bergerak dalam satu komando,” tambahnya, dilansir dari antaranews.
Dukungan lintas wilayah ini makin solid dengan keterlibatan 110 personel Brimob Polda Bali, sehingga total kekuatan BKO yang disiagakan di Kalbar kini mencapai 300 personel.
Konsolidasi pasukan antar-provinsi ini difokuskan pada pemadaman jalur darat, mitigasi pencegahan, serta penanggulangan dampak kabut asap demi mengamankan aktivitas harian warga.



