REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Pengurus Provinsi (Pengprov) Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar rapat koordinasi bersama 13 cabang se-Kalsel di Rumah Talipuk Banjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Minggu (3/5/26).
Dalam forum tersebut membahas sejumlah program kerja strategis sekaligus penguatan arah organisasi yang lebih tertib dan terstruktur ke depannya.
Kegiatan turut dihadiri Ketua Majlis Luhur PSHT, Eddy Asmanto, yang membuka sesi sarasehan dengan menekankan nilai dasar ajaran PSHT sebagai fondasi utama organisasi.
“Ajaran PSHT itu adalah seputar persaudaraan, yaitu bagaimana para anggota satu dengan yang lain agar selalu merasa terhubung, dan saling memiliki,” ujar Eddy.
Ia menegaskan, pentingnya menjaga tata kelola organisasi agar tetap berjalan sesuai fungsi dan nilai yang telah ditetapkan dalam mukadimah.
“Organisasi hadir sebagai wadah antar saudara (warga) di PSHT, oleh karena itu organisasi juga berfungsi sebagai lembaga yang mengikat para anggotanya untuk tetap rukun, sesuai ajaran persaudaraan,” tegasnya.
Rakor ini rutin digelar setiap tiga bulan sebagai bagian dari evaluasi program kerja serta sinkronisasi kebijakan antara pengurus provinsi dan cabang.
Sementara, Ketua Pengprov PSHT Kalsel, Saidi juga menyampaikan, salah satu fokus utama dalam rapat kali ini adalah kesiapan menghadapi agenda nasional organisasi.
“Seperti yang disampaikan pengurus pusat dalam beberapa kali rapat virtual, Parapatan Luhur akan digelar September nanti, oleh karena itu kami pengprov Kalsel siap mendukung program yang diusung pusat,” ucapnya
Selain itu, pengprov juga mulai menyusun jadwal pengesahan warga baru di seluruh cabang yang dinaungi agar berjalan tertib dan terkoordinasi, mengingat sudah memasuki tahun baru 1448 Hijriah.
“Rapat ini juga membagi jadwal pengesahan bagi cabang cabang yang ada di Kalsel agar dapat disesuaikan dengan dewan pengesah dan calon warga nantinya, supaya pengesahan di Kalsel bisa lancar,” jelasnya.
Di waktu yang berbeda, Kapolres Hulu Sungai Utara, AKBP Agus Nuryanto yang juga merupakan warga PSHT, mengingatkan pentingnya menjaga nama baik organisasi di tengah masyarakat.
“Selama saya disahkan menjadi warga, saya berpesan selalu agar PSHT bisa hadir dan membawa rasa aman untuk masyarakat juga lingkungan, maka dari itu jangan sampai ada warga PSHT yang berbuat tidak baik, karena ini juga bertentangan dengan ajaran,” tutupnya.



