REDAKSI8.COM, BANJAR – Upaya menyiapkan generasi muda yang tidak hanya aktif dalam kegiatan sosial, tetapi juga memiliki kemampuan membantu masyarakat dalam situasi penting terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Banjar. Melalui Bidang Kepemudaan, Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Banjar menggelar Pelatihan Pemulasaran Jenazah bagi Kalangan Pemuda (Saran Dinda) di Desa Limamar, Kecamatan Astambul, Senin (8/6/2026) pagi.
Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 20 peserta yang terdiri dari 8 pemuda dan 12 pemudi. Mereka mendapatkan pembekalan teori dan praktik mengenai tata cara pemulasaran jenazah sesuai syariat Islam, mulai dari proses memandikan, mengafani, mensalatkan hingga tata cara pemakaman.

Pelatihan ini menjadi salah satu bentuk pendidikan nonformal yang diberikan kepada generasi muda agar memiliki keterampilan yang bermanfaat dan dapat diterapkan langsung di lingkungan masyarakat.
Sejak kegiatan dimulai, para peserta tampak serius dan antusias mengikuti setiap sesi yang disampaikan narasumber. Tidak hanya mendengarkan materi, peserta juga diberikan kesempatan untuk melakukan praktik secara langsung sehingga lebih memahami tahapan dan prosedur yang benar dalam proses pemulasaran jenazah.
Kepala Disbudporapar Kabupaten Banjar H Irwan Jaya melalui Kepala Seksi Pemberdayaan dan Pengembangan Pemuda, Supriyadi, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari program pemberdayaan pemuda yang bertujuan meningkatkan kapasitas dan peran sosial generasi muda di tengah masyarakat.
Menurutnya, kemampuan pemulasaran jenazah merupakan keterampilan yang sangat penting karena tidak semua orang memahami tata cara pelaksanaannya sesuai tuntunan agama. Padahal, dalam kondisi tertentu, masyarakat membutuhkan bantuan dari orang-orang yang memiliki pengetahuan dan keterampilan tersebut.
“Selain meningkatkan keterampilan, pelatihan ini juga diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian dan kesiapsiagaan pemuda dalam membantu masyarakat ketika menghadapi situasi kedukaan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, melalui program Saran Dinda, pemerintah daerah ingin mendorong keterlibatan aktif generasi muda dalam berbagai kegiatan yang memiliki nilai sosial, budaya dan keagamaan. Dengan demikian, pemuda tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga dapat berkontribusi langsung dalam kehidupan bermasyarakat.
Lebih lanjut, Supriyadi berharap ilmu yang diperoleh peserta tidak berhenti saat pelatihan berakhir, melainkan dapat diterapkan di lingkungan masing-masing dan menjadi bekal ketika masyarakat membutuhkan bantuan.
“Semoga ilmu yang didapat dapat diterapkan untuk membantu masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi langkah awal dalam menyiapkan regenerasi petugas pemulasaran jenazah yang selama ini masih didominasi tenaga yang lebih senior,” harapnya.
Selain menggelar pelatihan, Disbudporapar Kabupaten Banjar juga menyalurkan bantuan berupa uang tunai kepada Pondok Pesantren RMA Cabang Limamar. Bantuan tersebut diterima langsung oleh Penasehat Ponpes, Guru Anang Basri.
Pemberian bantuan ini merupakan bentuk kepedulian sosial pemerintah daerah sekaligus dukungan terhadap lembaga pendidikan keagamaan yang selama ini berperan dalam membina karakter, akhlak dan pengetahuan generasi muda.
Melalui pelatihan dan dukungan kepada lembaga pendidikan keagamaan tersebut, Disbudporapar Kabupaten Banjar berharap tercipta generasi muda yang tidak hanya memiliki keterampilan, tetapi juga kepedulian sosial yang tinggi, sehingga mampu menjadi garda terdepan dalam membantu masyarakat dan menjaga nilai-nilai keagamaan di lingkungan sekitarnya.



