REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Kepolisian terus mendalami kasus penemuan jasad bayi perempuan di Jalan Rosela, Kelurahan Kemuning, Kecamatan Banjarbaru Selatan, Kota Banjarbaru, pada Sabtu (4/10/25) sore.
Hingga kini, hasil pemeriksaan sejumlah rekaman Closed Circuit Television (CCTV) di sekitar lokasi belum menunjukkan adanya aktivitas mencurigakan terkait peristiwa tersebut.
Kapolres Banjarbaru AKBP Pius X Febry Aceng Loda melalui Kapolsek Banjarbaru Utara Kompol Heru Setiawan menjelaskan, jasad bayi pertama kali ditemukan di atas gazebo kecil di depan bangunan bedakan.
Saat ditemukan, tubuh bayi terbungkus berlapis mulai dari karung beras berwarna putih, plastik ungu, hingga plastik hitam di bagian paling dalam.
“Setelah dilakukan pemeriksaan, kondisi bayi sudah kaku dan dipastikan meninggal dunia,” ujarnya.
Dari hasil identifikasi petugas, bayi itu berjenis kelamin perempuan dengan tali pusar dan ari-ari yang masih menempel serta tubuh yang berlumuran darah.
Sementara, di bagian kepala juga ditemukan benjolan yang diduga akibat benturan.
Kompol Heru menjelaskan, penemuan bayi bermula saat seorang perempuan bernama Murni, warga dengan kebutuhan khusus, berjalan melewati warga sekitar tanpa membawa barang apa pun.
Tak lama kemudian, Murni kembali lewat dengan membawa karung beras berwarna putih.
“Saksi sempat menegur dan bertanya apa isi karung itu, lalu dijawab bahwa Ia membawa bayi,” ungkapnya.
Kedua saksi kemudian memeriksa isi karung dan menemukan jasad bayi dalam kondisi mengenaskan, masih lengkap dengan tali pusar yang belum terpotong.
Alhasil, temuan itu langsung dilaporkan ke pihak kepolisian.
Dimana tim Identifikasi Polres Banjarbaru yang datang ke lokasi langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan membawa jasad bayi ke Rumah Sakit Daerah (RSD) Idaman Banjarbaru.
Adapun hasil pemeriksaan dokter menunjukkan, bayi telah meninggal dunia sekitar 5 hingga 6 jam sebelum dilakukan visum luar pada pukul 21.00 Wita.
“Untuk memastikan penyebab kematian, tim medis akan melakukan otopsi lanjutan di RS Bhayangkara Banjarmasin. Saat ini korban sudah dimandikan, dikafani, dan disimpan di ruang jenazah RS Idaman Banjarbaru,” terangnya.
Pihak kepolisian juga berencana akan mengambil sampel darah korban untuk uji pembanding DNA terhadap orang yang diduga sebagai orang tua bayi tersebut.
Di sisi lain, hasil pemeriksaan empat titik CCTV di sekitar lokasi Jalan Rosela, belum ditemukan tanda-tanda mencurigakan.
“Rekaman dari CCTV rumah putih tidak menunjukkan aktivitas mencurigakan. Sedangkan dari CCTV rumah hijau terlihat seorang perempuan diduga ODGJ membawa plastik ungu, yang diduga berisi jasad bayi,” jelasnya.
Bahkam, hasil pantauan dari dua CCTV lainnya, yakni di perempatan dan pertigaan dekat lokasi, juga tidak menunjukkan pergerakan mencurigakan.
“Tim opsnal Polres Banjarbaru masih terus melakukan penyisiran dan analisis terhadap seluruh rekaman CCTV di sekitar lokasi untuk mengungkap pelaku yang membuang bayi tersebut,” tutupnya



