REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hiniriah, Satgas Pangan Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Selatan (Kalsel) turun langsung melakukan pengecekan harga dan ketersediaan bahan pokok penting (bapokting) di Indogrosir Kabupaten Banjar, Selasa (3/3/26).
Kegiatan dipimpin AKP Hotman Mangasi Purba, bersama tim itu untuk memastikan stabilitas harga tetap terkendali dan stok mencukupi saat kebutuhan masyarakat meningkat jelang Lebaran.

Dari hasil pengecekan menunjukkan sebagian besar komoditas masih sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Beras premium dijual Rp15.400 per kilogram dan dinyatakan sesuai HET dengan stok aman,” ujar AKP Hotman.
Namun, sejumlah komoditas mengalami kenaikan harga di atas HET seperti cabai keriting tercatat Rp66 ribu per kilogram dan cabai rawit merah Rp111Rp111 ribu per kilogram.
Meski demikian, menurutnya ketersediaan stok keduanya masih aman.
“Telur ayam ras dijual Rp30 ribu per kilogram sesuai HET, tetapi pasokan dari Pulau Jawa mulai menipis. Daging ayam ras juga sesuai HET, namun stok terbatas karena harga awal dari distributor sudah tinggi,” sebutnya.
Sementara itu, daging sapi beku dijual Rp89 ribu per kilogram sesuai HET dengan stok aman, dan ritel tidak menyediakan daging sapi segar.
Adapun komoditas lain seperti bawang merah Rp34.500 per kilogram dan bawang putih masih sesuai HET dengan stok mencukupi.
Kemudian gula pasir dijual Rp17.500 per kilogram dan minyak goreng merek Alif Rp18.960 per liter, keduanya sesuai HET serta tersedia dalam jumlah aman.
“Sedangkan kacang kedelai mengalami kenaikan menjadi Rp16 ribu per kilogram atau di atas HET, namun stok tetap terkendali,” tutupnya.
Satgas Pangan Polda Kalsel menegaskan akan terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan distributor serta pengelola ritel guna menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan bapokting tetap aman hingga Hari Raya Idul Fitri.



