REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Sebanyak 450 lebih pelajar SMP/MTs dan SMA/SMK/MA se-Kota Banjarbaru mengikuti Pesantren Ramadan yang digelar Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru di Masjid Agung Al Munawwarah, mulai tanggal 2 hingga 4 Maret 2026.
Kegiatan tersebut dirancang sebagai ruang pembinaan keagamaan selama bulan suci, sekaligus mengisi waktu puasa dengan aktivitas positif dan edukatif di luar sekolah.

Ketua Panitia Pesantren Ramadan, Zahra menyampaikan, rangkaian materi disusun secara variatif dan aplikatif.
“Di hari kedua, ada dua materi yang disampaikan terdiri dari media sosial dan juga tentang pemandian jenazah. Setelah itu di hari ketiga kita dipenuhi dengan lomba-lomba, terdiri dari lomba Ranking 1 atau cerdas cermat, ada juga lomba azan hingga tahfiz,” ujarnya.
Ia menegaskan, materi yang diberikan tidak sekedar pengulangan pelajaran agama di sekolah, tetapi pendalaman yang lebih kontekstual bagi generasi muda.
“Materi yang ditekankan sesuai tema kita generasi muda, yaitu generasi muda yang mengelola dengan baik sosial media, khususnya di sekolah. Setelah itu juga tentang memandikan jenazah, karena kebanyakan dari sekolah-sekolah kemungkinan belum belajar lebih dalam,” jelasnya.
Zahra menjelaskan, pesantren Ramadan tahun ini diikuti sebanyak 27 sekolah, terdiri dari 173 peserta tingkat SMP/MTs dan lebih dari 250 peserta tingkat SMA/SMK/MA.
Acara dimulai sejak pukul 06.30 Wita untuk registrasi dan pembelajaran berlangsung hingga siang hari, pola nya pun berbeda di hari terakhir yang ditutup dengan berbuka puasa bersama.
“Selebihnya habis Dzuhur karena setelah itu ada kuliah Dzhur namanya. Di hari kedua juga sama tapi di hari ketiga kita dimulai dari jam 10.00 Wita sampai berbuka puasa di Masjid Agung Al Munawwarah serta diisi dengan lomba-lomba,” katanya.
Sementara itu, Staf Ahli Wali Kota Bidang Hukum dan Politik, Marhain Rahman menyebut kegiatan ini sebagai bagian dari pembinaan karakter dan penguatan akhlak pelajar di Banjarbaru.
“Pemerintah pun sangat mendukung kegiatan Pesantren Ramadan yang memang sudah beberapa tahun kita laksanakan sampai saat ini berguna untuk meningkatkan sumber daya manusia yang berakhlak. Itu juga salah satu misi Wali Kota Banjarbaru,” ungkapnya.
Di sisi lain, dukungan juga datang dari pihak sekolah, salah satunya guru pendamping SMA Islam Terpadu Qardhan Hasanah Banjarbaru, Kurnia Rahman yang membawa 19 siswa untuk ikut serta karena tingginya antusiasme.
“Mereka ada yang direkomendasikan dari guru-guru dan ada juga yang memang mendaftarkan diri karena siswa cukup antusias mengikuti Pesantren Ramadan kali ini,” ujar Kurnia Rahman.
Ia menilai kegiatan di luar sekolah seperti itu memberi nilai tambah bagi siswa selama Ramadan.
“Sehingga bukan hanya di sekolah, tetapi mereka juga ada tambahan pengalaman di luar sekolah dengan adanya kegiatan ini,” tuntasnya.



