REDAKSI8.COM, BANJAR – Pemerintah Kabupaten Banjar terus berupaya meningkatkan nilai tambah hasil perikanan melalui penguatan kelembagaan dan pendampingan bagi pelaku usaha. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menggelar sosialisasi pembentukan Kelompok Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (Poklahsar) yang dilaksanakan oleh Bidang Pengembangan dan Pengawasan Usaha Perikanan Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Banjar di Desa Karang Intan, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Kamis (2/7/2026).
Kegiatan ini diikuti para pelaku UMKM, ibu-ibu PKK, serta masyarakat yang selama ini terlibat dalam usaha pengolahan hasil perikanan. Sosialisasi tidak hanya membahas tata cara pembentukan Poklahsar, tetapi juga memberikan pendampingan mengenai legalitas usaha, termasuk fasilitasi pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) agar pelaku usaha memiliki izin resmi dalam menjalankan usahanya.


Kepala Bidang Pengembangan dan Pengawasan Usaha Perikanan Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Banjar, Siti Khadijah, mengatakan bahwa pembentukan Poklahsar merupakan salah satu upaya pemerintah daerah untuk memperkuat kapasitas pelaku usaha perikanan, mulai dari aspek produksi hingga pemasaran.
Menurutnya, pemerintah tidak hanya mendorong masyarakat untuk memproduksi olahan ikan, tetapi juga memberikan pendampingan dalam proses perizinan sehingga produk yang dihasilkan memiliki legalitas dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
“Melalui kegiatan ini kami melaksanakan pembentukan kelompok pengolahan dan pemasaran sekaligus memberikan pendampingan fasilitasi pembuatan NIB. Ini merupakan salah satu tugas kami dalam mendampingi para pelaku usaha agar memiliki izin usaha yang dapat menunjang pengembangan produk mereka,” ujar Khadijah.
Ia menjelaskan, salah satu kelompok yang menjadi perhatian adalah Poklahsar Panila Manis yang telah menghasilkan berbagai produk olahan berbahan dasar ikan air tawar. Produk unggulan yang telah dipasarkan di antaranya ikan samu modern dengan tiga varian rasa, yaitu original, ketumbar, dan balado. Produk tersebut bahkan sudah dipasarkan secara daring serta melayani pesanan khusus dari konsumen.
Selain ikan samu modern, kelompok ini juga memproduksi nugget berbahan ikan nila dan ikan patin. Dalam waktu dekat, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Banjar juga akan memberikan pelatihan lanjutan mengenai inovasi pengolahan ikan papuyu menjadi produk baru berupa ikan pesto sebagai alternatif olahan bernilai ekonomi tinggi.
Khadijah menuturkan, Kabupaten Banjar sebenarnya telah memiliki beragam produk olahan hasil perikanan. Namun, khusus di Desa Karang Intan, pemerintah ingin lebih mengangkat potensi ikan papuyu yang selama ini telah berhasil dibudidayakan masyarakat agar memiliki nilai tambah melalui proses pengolahan.
Dengan adanya inovasi produk tersebut, diharapkan hasil budidaya masyarakat tidak hanya dijual dalam bentuk ikan segar, tetapi juga diolah menjadi berbagai produk siap konsumsi yang memiliki daya saing, masa simpan lebih lama, dan nilai jual yang lebih tinggi.
Ia juga mengungkapkan bahwa sinergi antara pembudidaya dan pengolah menjadi kekuatan utama dalam pengembangan usaha perikanan di Desa Karang Intan. Para pembudidaya yang mayoritas merupakan kaum bapak bertugas menghasilkan ikan berkualitas, sedangkan proses pengolahan dilakukan oleh para ibu rumah tangga yang tergabung dalam kelompok PKK.
Kolaborasi tersebut dinilai mampu menciptakan rantai usaha perikanan yang saling mendukung, mulai dari produksi hingga pemasaran. Selain meningkatkan pendapatan keluarga, keterlibatan para ibu dalam mengolah hasil budidaya juga membuka peluang lahirnya berbagai produk inovatif berbasis potensi lokal.
Melalui pembentukan Poklahsar, pendampingan legalitas usaha, serta pelatihan pengembangan produk, Pemerintah Kabupaten Banjar berharap semakin banyak pelaku UMKM perikanan yang mampu berkembang menjadi usaha mandiri dan profesional. Dengan demikian, produk olahan ikan khas Karang Intan diharapkan tidak hanya dikenal di tingkat lokal, tetapi juga mampu menembus pasar regional hingga nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.



