REDAKSI8.COM – Bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda, Pegrekan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Martapura Kabupaten Banjar ikut dalam aksi penolakan rencana penambangan, Rabu (28/10/2018) pagi.
Aksi Aliansi Meratus Jilid II untuk aksi damai dalam rangka menyelamatkan pegunungan Meratus dari kegiatan Pertambangan ini diikuti oleh 30 organisasi yang ada di Kalimantan Selatan dilakukan di depan kantor gubernur Kalimantan Selatan di jalan Aneka Tambang, Trikora, Kota Banjarbaru.
30 organisasi tersebut adalah Walhi Kalsel, Komunitas Sumpit, YCHI, LK3, Lembaga Kompas Borneo, Mapala Justitia, Mapala Graminea, Kompas Borneo, Mapala Apache, LPMA Borneo, BEM ULM, Mapala Uniska, GMNI, Muller Schawner, Kerukunan Mahasisswa Murakata, IMM, AMAN Kalsel, GEMBUK, HMI, JIMKA, ELSISK, DKB, Nelayan Saijaan, KTNA, PMII, Kumdatus, Mapala Sylva, dan KAMMI.
Aksi penolakan tersebut dilakukan oleh massa selama 3 jam dengan berkeliling sambil melakukan orasi yang di saksikan oleh masyarakat yang melakukan olahraga di sekitaran kantor pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.setelah itu membubarkan diri
Ketua PC PMII Martapura Rusdinor mengatakan bahwa kader PMII harus punya sikap kritis sebagai kontrol sosial terhadap kebijakan yang di ambil oleh pemerintah.”
Menurut Rusdinor, keputusan pemerintah itu sangat disesalkan, apalagi sampai hutan lindung meratus di eksploitasi, karena hutan meratus ini sebagai paru-parunya dunia. Dan kita tidak boleh tutup mata terhadap perkara ini.” Tegasnya



