REDAKSI8.COM – Kalimantan selatan disebut juga sebagai kota 1000 sungai, Namun sungai yang sekian banyak itu ternyata tidak dapat menampung debit air pada kali ini, sehingga banjir yang saat ini melanda lebih parah dari sebelumnya di tahun 2006.
Banjir awal tahun 2021 ini mengakibat masyarakat harus mengungsi kerena kawasan rumahnya tergenang air. Banjir yang mempunyai kedalaman 1,5 m sampai 3 m menenggelamkan pemukiman warga. Sekarang kurang lebih 70% kawasan di Kalimantan Selatan terendam air akibat curah hujan yang ekstrem.

Terdapat puluhan ribu pengungsi, posko darurat yang didirikan, serta penampungan untuk para warga. Hingga Senin (18/1/2021) terdapat 10 Kabupaten/Kota yang terdampak banjir di Kalsel, 15 Orang Meninggal dan 24.379 Rumah Terendam.
Kebupaten/Kota tersebut meliputi: Kabupaten Tapin, Kabupaten Banjar, Kota Banjarbaru, Kabupaten Tanah Laut, Kota Banjarmasin, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kabupaten Balangan, Kabupaten Tabalong, Kabupataen Hulu Sungai Selatan, dan Kabupaten Barito Kuala.
Guna meringankan beban korban yang terdampak bencana banjir, Semua upaya dilakukan oleh kalangan relawan dalam membantu masyarakat yang terdampak banjir. Terutama aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Kabupaten Banjar (Cabang Martapura). Mereka menggalang dana dipingr jalan untuk mengajak para pejalan untuk bersama-sama saling peduli kepada saudara yang terkena musibah banjir ini.
Munurut Ketua cabang PMII, Ahmad Naufal, Seyogyanya PMII sebagai Agen of cange berkewajiban untuk menyuarakan sebagai aktivis. untuk membantu meringankan penderitaan masyarakat, bukan hanya menonton mereka yang terdampak banjir, tetapi juga ikut berpartisiasi sebagai jembatan penghubung untuk menyampiakan bantuan kemereka yang membutuhkan pertolongan akibat musibah ini.
Ketua Cabang PMII Kabupaten Banjar, Ahmad Naufal juga melakukan kajian bersama kader PMII tentang apa yang menjadi latar belakang banjir kali ini.
“Sebagai aktivis, bukan hanya membantu ketika terkena musibah, tetapi juga harus mencegah yang dapat mengakibatkan terjadi banjir,” ujarnya
Nouval juga berharap, agar kedepannya bisa duduk barsama dengan pemerintah untuk mendiskusikan penyebab banjir serta cara mencegah dan menanggulanginya.
Koordinator lapangan, Maulani mengatakan PMII Kabupaten Banjar dalam beberapa aksi turun kejalan, kami telah mengumpulkan jutuan rupiah, ini tidak termasuk dana saat koloborasi dengan Banom NU lainnya,” ucapnya
“Nantinya dana yang kami peroleh akan dibelikan bahan pokok. Kemudian kami akan mencoba untuk mendistrubusikan bantuan ke pelosok-pelosok,” pungkasnya



