REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) memastikan kesiapan penuh pelaksanaan ibadah haji 2026 melalui pengukuhan PPHI Embarkasi Banjarmasin, serta Pelaksanaan Meal Test Tahun 1447 Hijiriah, di Asrama Haji, Kamis (16/4/26).
Adapun total petugas yang dikukuhkan yakni Menhaj sebanyak 23 orang, Kakanwil 73 orang, dan 25 orang PHD.

Pengukuhan itu akan menjadi garda terdepan dalam melayani ribuan jemaah dari dua provinsi, sekaligus menandai dimulainya tahapan operasional layanan haji, mulai dari penerimaan jemaah di asrama hingga proses pemberangkatan ke Tanah Suci.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kalsel, Muhammad Syarifuddin menegaskan, seluruh petugas yang dikukuhkan memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan pelayanan berjalan optimal, mengingat Embarkasi Banjarmasin tidak hanya melayani jemaah asal Kalsel, tetapi juga Kalimantan Tengah.
“Yang akan berangkat dari Kalimantan Tengah dan Banjarmasin, juga jemaah Kalimantan Selatan. Alhamdulillah hari ini tadi dikukuhkan untuk para petugas. Mudah-mudahan bisa melayani jemaah yang akan berangkat,” ujarnya.
Dalam konteks pelayanan yang intensif dan berkelanjutan, ia menekankan, pentingnya kesiapan fisik dan kesehatan petugas sebagai faktor utama menentukan kualitas layanan di lapangan, terutama dalam menghadapi dinamika pelaksanaan ibadah haji yang padat dan kompleks.
“Dan juga yang penting itu adalah petugas menjaga fisik, dan kesehatan sehingga nantinya dalam melayani para jemaah ini bisa lebih lancar,” tuturnya.
Lebih jauh, Sekda juga memastikan dukungan sarana dan prasarana terus ditingkatkan, termasuk kesiapan fasilitas khusus pelayanan haji yang kini dinilai semakin representatif dan terintegrasi.
“Alhamdulillah ini kebetulan kita juga sudah ada panggung layak haji dan umrah. Jadi untuk penanganan haji ini sudah tersendiri,” katanya.
Dengan berbagai kesiapan tersebut, Pemerintah optimistis pelaksanaan haji tahun ini dapat berjalan lancar, seiring kesiapan nasional yang telah mencapai tahap maksimal.
“Mudah-mudahan dapat berjalan dengan lancar dan kita harapkan para jemaah jaga kesehatan sehingga nantinya saat ibadah haji dapat berjalan dengan lancar serta mendapat predikat haji yang mabrur,” ungkapnya.
Di sisi lain, peningkatan kuota jemaah menjadi tantangan sekaligus peluang dalam penyelenggaraan haji di tahun ini, yang menuntut kesiapan lebih dari seluruh petugas.
“Kuota haji jelas bertambah, karena ada penyesuaian tahun kemarin kita 3.500an, tahun ini 5.000an, jadi ada penambahan Alhamdulillah,” tutupnya.



