REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Teknis pelayanan jemaah haji di Embarkasi Banjarmasin dipastikan berjalan terintegrasi melalui sistem one stop service di Asrama Haji.
Seluruh alur layanan, mulai dari kedatangan hingga keberangkatan, dipusatkan dalam satu lokasi guna mempercepat proses dan meningkatkan kenyamanan para jemaah.

Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kalimantan Selatan (Kalsel), Dr. H. Eddy Khairani menegaskan, seluruh kesiapan teknis telah dimatangkan, termasuk alur pelayanan jemaah saat tiba di asrama.
“Petugas haji embarkasi Banjarmasin, terutama tenaga pendukung embarkasi dan petugas haji daerah, mereka-mereka ini nanti ada yang di embarkasi, misalkan pelayanan jamaah yang datang, kemudian untuk PHD juga mereka yang akan mendamping jamaah ke Saudi Arabia,” jelasnya, Kamis (16/4/26).
Setibanya di Asrama Haji, jemaah langsung diarahkan ke satu gedung utama untuk menyelesaikan seluruh proses administrasi tanpa harus berpindah-pindah lokasi, mulai dari penyerahan dokumen, paspor hingga penerimaan perlengkapan.
“Untuk asrama haji, kita sudah siap semuanya. Kita tetap melaksanakan one stop service untuk pelayanan,” ujarnya.
Selain itu, kartu identitas jemaah atau kartu musuk juga akan dibagikan langsung di asrama sebagai bagian dari kelengkapan wajib sebelum keberangkatan.
“Kartu musuk ini nanti diserahkan di asrama haji. Kita akan melayani jamaah dengan sebaik-baiknya,” ungkapnya.
Eddy menjelaskan, khusus bagi jemaah lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas, disiapkan layanan prioritas dengan fasilitas kamar khusus agar mereka tidak perlu mengikuti alur umum yang berpotensi melelahkan.
“Untuk jamaah lansia dan disabilitas ini sudah kita siapkan kamar dan ruang khusus untuk mereka. Jadi mereka tidak ikut di ruang subservis tapi langsung ke kamar sehingga mereka bisa lebih banyak beristirahat,” tuturnya.
Sementara petugas juga akan aktif mendatangi kamar jemaah untuk memastikan seluruh kebutuhan terpenuhi tanpa harus membuat mereka berpindah tempat.
“Petugas kita nanti akan mengunjungi kamar-kamar mereka dan menyerahkan semua perlengkapan-perlengkapan termasuk PPN Cost ke kamar mereka,” terangnya.
Ia juga mengungkapkan, tahun ini jumlah jemaah yang dilayani Embarkasi Banjarmasin mencapai ribuan orang, terdiri dari jemaah asal Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (Kalteng), dengan total belasan kelompok terbang (kloter).
“Jumlah jemaah Kalsel tahun ini 5.178 orang, kemudian Kalteng ada 1.500an, jadi totalnya mungkin hampir 6.800 an untuk semua embarkasi ini,” sebutnya.
“Kita ada 19 kloter, di antaranya 14 kloter Kalsel dan 5 kloter Kalimantan Tengah. Kloter pertama yang masuk asrama haji tanggal 23 dan berangkat tanggal 24 jam 00.05,” pungkasnya.
Dengan sistem pelayanan terpusat dan dukungan para petugas, seluruh proses diharapkan berjalan lancar, cepat, dan memberikan kenyamanan maksimal bagi jemaah sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci.



