REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Kota Banjarbaru kembali dipadati antrean warga yang mencari Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax.
Setelah beberapa hari stok kosong, pemulihan pasokan mulai terlihat di beberapa titik seperti SPBU Coco Ahmad Yani dan SPBU Jembatan Kembar sempat diserbu warga sejak siang, Senin (24/11/25).

Namun, sebagian SPBU kembali menutup pelayanan karena stoknya yang cepat habis.
Di kawasan Pinus Banjarbaru, antrean kendaraan tampak mengular hingga petang.
Sementara di sepanjang Jalan Trikora, sejumlah SPBU masih menunggu pengiriman setelah tiga hingga empat hari tanpa stok.
Menanggapi kondisi tersebut, Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan PT Pertamina Patra Niaga, Edi Mangun menegaskan, proses pemulihan suplai terus berjalan.
Peningkatan konsumsi masyarakat dalam beberapa hari terakhir membuat penyerapan Pertamax jauh lebih cepat.
Di sisi lain katanya distribusi dari jalur perairan sempat terhambat karena cuaca.
“Kendala cuaca menyebabkan pengiriman produk Pertamax ke terminal BBM dari titik suplai utama terhambat sehingga mempengaruhi stok di SPBU,” ungkapnya.
Ia menyebut, upaya percepatan suplai telah dilakukan melalui Integrated Terminal Banjarmasin.
“Termasuk build-up stock, pemantauan jadwal pengiriman kapal, serta antisipasi potensi hambatan cuaca yang dapat memengaruhi distribusi,” ujarnya.
Kendati demikian, suplai BBM Pertamax ke Banjarbaru dilaporkan mulai stabil sejak Selasa (19/11/25).
“Untuk mengatasi antrian, kami mempercepat pengiriman produk ke SPBU dan mengatur penyaluran berlangsung dengan optimal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Selain itu, Pertamina juga melakukan manajemen stok di SPBU serta monitoring layanan secara berkala.
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan oleh konsumen,” tuturnya.
Ia menekankan, upaya pemulihan tidak hanya berfokus pada suplai, tetapi juga pada kualitas layanan kepada masyarakat.
“Pertamina terus bergerak cepat untuk mengatasi kendala di lapangan dan menyiapkan berbagai langkah antisipasi,” ucapnya.
Dengan demikian, Pertamina memastikan bahwa proses pemulihan stok berjalan sejalan dengan kontrol kualitas di lapangan.
“Kami terus berupaya memberikan layanan terbaik, termasuk memastikan seluruh produk BBM yang diterima masyarakat memenuhi standar kualitas Pertamina,” imbuhnya.
Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan mengimbau masyarakat agar membeli BBM sesuai kebutuhan.
“Layanan pengaduan tersedia melalui Pertamina Contact Center 135, email pcc135@pertamina.com, atau media sosial resmi @pertamina135,” tuntasnya.



