REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Banjarbaru kini semakin menipis.
Lonjakan warga yang beralih dari Pertalite ke Pertamax dalam dua pekan terakhir membuat distribusi tidak lagi mampu mengejar permintaan.


Bahkan, di beberapa SPBU melaporkan stok yang biasanya bertahan seharian kini ludes hanya dalam hitungan jam.
Pengawas SPBU 65.707.02 Jalan Trikora, Kota Banjarbaru, Bayu membenarkan, bahwa pola konsumsi masyarakat saat ini berubah drastis.
“Sekali datang tidak nentu, kalau yang biasa paling 8.000 liter sekali pesan. Ya itu terjadi bisa dibilang karena demam pertamax tadi mungkin,” ungkapnya, Rabu (19/11/25).
Menurutnya, stok 8.000 liter yang dulu terjual dalam sehari kini hanya mampu bertahan beberapa jam saja.
“Kalau sekarang ini kan 8.000 liter paling 4-5 jam sudah habis, soalnya orang banyak pindahan ke Pertamax,” sebutnya.
Ia juga menyebutkan, SPBU tersebut sudah kosong hampir sepekan, kondisi itu terjadi karena permintaan yang meningkat dan tak sebanding dengan ketersediaan stok yang ada.
“Kosongnya sudah tiga bahkan empat hari. Karena kalau pengiriman biasanya tiga atau empat hari baru dikirim. Tapi pasti order terus kita,” katanya.
Di sisi lain, berdasarkan pantauan di lapangan pada Rabu siang menunjukkan banyak pengendara keluar dari area SPBU tanpa mendapatkan Pertamax.
Salah satunya adalah warga Guntung Paikat, Hartono, yang telah mendatangi dua SPBU namun tetap tidak menemukan stok.
“Dua SPBU sudah dicari, tetap kosong mulai pagi tadi,” ucapnya.
Hartono mengaku, baru kali ini dirinya merasakan kelangkaan mengisi BBM jenis Pertamax.
Ia pun berharap, situasi tersebut segera normal kembali agar masyarakat tidak perlu berkeliling mencari BBM.
“Aku pasti cari yang tercepat ya mengisinya, ya mudah-mudahan cepat ada Pertamax karena warga lainnya mungkin bisa juga ingin perlu cepat Pertamax,” tutupnya.



