REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Yayasan Pemulihan Rehabilitasi Korban Narkoba (YPR Kobra) Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar Family Support Group (FSG) yang bertema “Pulih Bersama, Tumbuh Bersama” di Aula Sentra Budi Luhur, Jumat (27/2/26).
Kegiatan itu difokuskan untuk memperkuat dukungan keluarga dalam proses rehabilitasi dan pascarehabilitasi residen.

FSG merupakan kolaborasi antara IPWL YPR Kobra Kalsel bersama Sentra Budi Luhur yang merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Sosial Republik Indonesia (RI).
Kepala Sentra Budi Luhur Kemensos RI, Ratna Dewi Sartika mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari program bersama dalam mendukung pemulihan residen.
“Ini merupakan bagian dari kolaborasi, kami bersama IPWL YPR Kobra Provinsi Kalsel sudah mendesain beberapa kegiatan untuk rekan-rekan residen yang menjalani perawatan dan rehabilitasi,” ujarnya.
Menurutnya, dukungan keluarga memegang peranan krusial dalam keberhasilan rehabilitasi dan masyarakat juga untuk bersama mencegah peredaran narkoba.
“Dukungan dari keluarga itu sangat diutamakan, sangat penting bagi mereka. Karena tanpa dukungan orang tua dan lingkungan masyarakat sekitar, program itu tidak akan berhasil,” ucapnya.
Ia menegaskan, kegiatan FSG tidak sekadar mempertemukan residen dengan keluarga, tetapi untuk membangun tanggung jawab bersama dalam upaya pencegahan penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainny (Napza).
“Kegiatan ini lebih dari bagaimana memperkuat hubungan, tanggung jawab dari keluarga, dan masyarakat terhadap penanggulangan penyalahgunangan Napza. Karena itu masih menjadi momok bagi bangsa kita, kita semua ingin bangsa Indonesia itu bebas dari narkoba,” ungkapnya.
Diwaktu yang berbeda, Ketua IPWL YPR Kobra Kalsel, Ardian Noverdi Pratama menjelaskan, FSG dirancang agar keluarga tetap terlibat aktif, termasuk setelah residen menyelesaikan program rehabilitasinya.
“Keluarga itu mendukung pemulihan sebenarnya. Jadi kita buat sistem ini agar keluarga itu mendukung pada saat pasca rehabilitasi. Jadi tetap menitor kegiatan-kegiatan residen baik sebelum pemulihan atau setelah pulih,” jelasnya.
Oleh karenanya, keluarga tetap dilibatkan untuk memantau perkembangan residen sebelum dan setelah pulih, termasuk menjaga komunikasi serta hubungan emosional yang telah terbangun.
“Jadi Sentra Budi Luhur termasuk ibu kandung saya. Cikal bakal awal YPR Kobra itu sampai saat ini dukungannya banyak, termasuk kegiatan pokasional dan kegiatan-kegiatan lain yang didukung,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kalsel Muhammad Farhanie melalui Kabid Rehabilitasi Sosial, Selamat Riadi menilai, program rehabilitasi dapat menjadi ruang introspeksi bagi residen untuk memperbaiki diri.
Ia menekankan, pentingnya ketahanan keluarga sebagai benteng utama pencegahan penyalahgunaan narkoba.
“Keluarga yang kokoh mampu memberikan perlindungan, kasih sayang, serta pengawasan aktif sebagai bentuk pencegahan terhadap ancaman narkotika,” tutupnya.
Melalui FSG ini, YPR Kobra Kalsel bersama Sentra Budi Luhur dan Pemerintah Provinsi berharap proses pemulihan tidak hanya berhenti di lembaga rehabilitasi, tetapi berlanjut dalam lingkungan keluarga hingga masyarakat.



