REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Selatan (Kalsel) mencatat jumlah penumpang angkutan udara yang berangkat melalui bandara di Kalimantan Selatan pada Juni 2026 mencapai 111.082 orang.
Angka tersebut meningkat 17,47 persen jika dibandingkan pada bulan Mei 2026.

Kepala BPS Kalsel, Mukhamad Mukhanif mengatakan, kenaikan terjadi seiring meningkatnya aktivitas transportasi udara selama bulan Juni.
Namun jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu, jumlah penumpang masih mengalami penurunan.
Penumpang yang berangkat pada Juni 2026 tercatat sebanyak 111.082 orang, naik dari 94.564 orang pada Mei 2026.
Sementara dibandingkan Juni 2025 yang mencapai 116.169 orang, jumlahnya turun 4,38 persen.
Bandara Syamsudin Noor masih menjadi penyumbang terbesar pergerakan penumpang dengan jumlah keberangkatan mencapai 108.830 orang atau meningkat 17,38 persen dibandingkan Mei 2026 yang sebanyak 92.718 orang.
“Jumlah penumpang yang datang melalui bandara di Provinsi Kalimantan Selatan pada Juni 2026 naik sebesar 19,52 persen jika dibandingkan Mei 2026, dimana jumlah penumpang yang datang pada Juni 2026 sebesar 112.446 orang, sedangkan penumpang yang datang pada Mei 2026 sebesar 94.079 orang,” ujarnya.
Tak hanya angkutan udara, pergerakan penumpang angkutan laut antarpulau juga mengalami peningkatan.
Dimana selama Juni 2026, jumlah penumpang yang berangkat melalui pelabuhan di Kalimantan Selatan mencapai 27.206 orang atau naik 40,63 persen dibandingkan Mei 2026 yang tercatat 19.346 orang.
“Jumlah barang yang dimuat di Pelabuhan di Kalimantan Selatan pada Juni 2026 sebesar 24.559.967 ton atau turun sebesar 9,99 persen dibandingkan barang yang dimuat pada Mei 2026 sebesar 27.286.984 ton,” sebutnya.
Di sisi lain, aktivitas bongkar muat barang menunjukkan tren berbeda.
Volume barang yang dimuat melalui pelabuhan mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya, meski masih lebih tinggi dibandingkan Juni tahun lalu.
“Jumlah barang yang dimuat pada Juni 2026 naik sebesar 44,40 persen jika dibandingkan dengan Juni 2025 yang berjumlah 17.008.088 ton,” tutupnya.



