REDAKSI8.COM, KALSEL – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) terus memperkuat pengelolaan UNESCO Global Geopark Meratus secara berkelanjutan.
Penguatan dilakukan dari sisi kelembagaan, Sumber Daya Manusia (SDM), hingga koordinasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk memastikan kesiapan menghadapi proses revalidasi UNESCO.

Plt. Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalsel, Nasrullah menekankan, pengelolaan Geopark Meratus dijalankan secara terintegrasi sesuai mandat UNESCO, termasuk penyusunan dokumen pendukung dan kajian rutin setiap tahun.
“Tahun ini kami juga menyiapkan kajian sebagai bagian dari penguatan pengelolaan geopark. Semua ini penting untuk memastikan adanya progres dari tahun ke tahun, terutama menjelang revalidasi UNESCO,” tekannya, Jumat (23/1/26).
Ia menjelaskan, saat ini fungsi kesekretariatan Badan Pengelola Geopark Meratus masih didukung Dinas ESDM, khususnya dari sisi SDM teknis.
Ke depan, pengelolaan akan dipusatkan di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) sebagai leading sector setelah regulasi resmi diterbitkan.
“SDM teknis masih ada di ESDM karena tidak semuanya dipindahkan sekaligus. Nanti setelah SK keluar, baru akan dipusatkan di Bappeda,” jelasnya.
Menanggapi isu pertambangan, Nasrullah menegaskan tidak terdapat aktivitas tambang di dalam kawasan inti UNESCO Global Geopark Meratus.
Melainkan kawasan geopark telah memiliki batas dan delineasi yang jelas di enam Kabupaten/Kota.
“Pegunungan Meratus itu luas, tetapi kawasan geopark sudah ada delineasi khusus di enam Kabupaten/Kota. Di dalam kawasan geopark tidak ada penambangan,” tegasnya.
Di sisi lain, pengawasan terhadap aktivitas pertambangan di luar kawasan geopark tetap dilakukan sesuai kewenangan untuk melindungi situs geologi dan lingkungan sekitar.
Sementara itu, Plt. Kepala Bidang Geologi, Mirza Fatmahasnani mengungkap, Geopark Meratus saat ini memiliki 17 situs geologi utama.
Secara keseluruhan, terdapat sekitar 50 titik geologi potensial yang masih terus didata dan dikaji, termasuk yang belum banyak dikenal publik.
“UNESCO mengamanatkan harus ada peningkatan dan manfaat nyata bagi masyarakat. Meskipun tidak selalu signifikan dalam waktu singkat, harus ada perubahan dan kemajuan yang dilaporkan setiap tahun,” ujarnya.
Oleh karena itu, penetapan Geopark Meratus sebagai bagian dari jaringan UNESCO yang diharapkan mendorong peningkatan kesadaran lingkungan, penguatan ekonomi lokal, serta pengembangan pariwisata berkelanjutan.
“Proses revalidasi UNESCO Global Geopark Meratus dijadwalkan berlangsung pada 2027, dengan validasi lanjutan pada 2028,” tutupnya.



