REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Bantuan kemanusiaan hasil donasi warga Kota Banjarbaru untuk masyarakat terdampak banjir di Sumatra telah berhasil disalurkan ke Aceh.
Bantuan tersebut dihimpun dari partisipasi masyarakat, Aparatur Sipil Negara (ASN), serta dukungan BUMN dan BUMD, lalu disalurkan melalui jejaring Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI).


Wali Kota Banjarbaru Hj Erna Lisa Halaby, menyampaikan, rasa syukur sekaligus apresiasi atas kepedulian seluruh pihak yang terlibat dalam penggalangan donasi.
Adapun bantuan yang disalurkan dalam bentuk barang kebutuhan dasar sesuai kondisi di wilayah terdampak.
“Alhamdulillah, bantuan untuk korban banjir di Sumatra sudah kita distribusikan dalam bentuk barang. Total nilai bantuan yang disalurkan mencapai Rp860.344.260,26, hasil kontribusi masyarakat, ASN, non-ASN, serta BUMN dan BUMD,” ujarnya, Jumat (23/1/26).
Menurutnya, mekanisme penyaluran melalui APEKSI dipilih untuk memastikan bantuan tersampaikan secara tepat dan terkoordinasi dengan baik di daerah tujuan.
“Bantuan ini merupakan amanah yang telah kami terima dan kini sudah disalurkan. Terima kasih kami sampaikan kepada Wali Kota Banda Aceh dan jaringan APEKSI yang telah membantu menyalurkan bantuan dari Kota Banjarbaru,” tuturnya.
Di waktu yang berbeda, Wali Kota Banda Aceh, Hj Illiza Sa’aduddin Djamal melalui pernyataan resminya di akun Instagram pribadi menyatakan, pihaknya telah menindaklanjuti amanah tersebut dengan menyalurkan bantuan ke sejumlah lokasi terdampak.
“Setelah adanya koordinasi langsung antara Wali Kota Banjarbaru dengan Dewan Pengurus dan Wakil Ketua APEKSI, kami di Kota Banda Aceh langsung menyalurkan bantuan ke sejumlah titik yang masih dalam proses pemulihan dan rehabilitasi,” ungkapnya.
Ia mengatakan, bantuan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarbaru berbagai macam mulai dari kebutuhan pokok, di antaranya pakaian, selimut, obat-obatan, perlengkapan mandi, ember, serta perlengkapan lainnya yang dibutuhkan warga.
“Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat terdampak banjir. Semoga dapat meringankan beban mereka selama masa pemulihan,” tutupnya.



