REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) terus memperkuat pengembangan komoditas jagung dengan menyalurkan bantuan pertanian senilai lebih dari Rp2,4 miliar kepada Kabupaten Tanah Laut (Tala).
Bantuan tersebut diserahkan Gubernur Kalsel, Muhidin kepada Bupati Tanah Laut, Rahmat Trianto saat pencanangan Kabupaten Tanah Laut sebagai Sentra Jagung Provinsi Kalimantan Selatan di Desa Banyu Irang, Kecamatan Bati-Bati, Senin (29/6/26).


Melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalsel, bantuan yang disalurkan itu terdiri atas sarana dan prasarana pertanian senilai Rp2.134.325.000 serta bantuan benih jagung hibrida senilai Rp327.150.000 guna mendukung peningkatan produktivitas petani.
Muhidin menegaskan, Pemerintah Daerah (Pemda) akan terus memberikan dukungan kepada petani melalui berbagai program pertanian.
“Alhamdulillah, dari dulu kita terus memberikan bantuan kepada para petani. Mudah-mudahan bantuan ini bisa dimanfaatkan dengan baik untuk meningkatkan hasil pertanian dan kesejahteraan petani,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalsel, Syamsir Rahman menjelaskan, bantuan yang diberikan mencakup benih hingga alat dan mesin pertanian untuk mempercepat modernisasi sektor pertanian.
Di antaranya, empat unit corn combine harvester yang mampu memanen sekaligus memipil jagung dengan nilai sekitar Rp2 miliar, kemudian lima unit traktor pengolah lahan dengan harga sekitar Rp1,9 miliar.
Tak hanya itu, pemerintah provinsi juga mengalokasikan bantuan pupuk, benih, dan berbagai kebutuhan produksi pertanian lainnya senilai lebih dari Rp2 miliar guna mendukung pengembangan jagung di Tanah Laut.
Dengan harapan, pencanangan Tanah Laut sebagai Sentra Jagung Kalsel dapat menjadi percontohan bagi daerah lain, seperti Kabupaten Kotabaru, Kabupaten Tanah Bumbu, Kabupaten Tapin, dan Kabupaten Banjar.
Karena menurutnya, pemerintah kabupaten perlu menetapkan wilayah prioritas pengembangan jagung agar program dapat berjalan lebih efektif.
Ia menekankan, pentingnya menjaga semangat petani melalui dukungan Pemerintah, kepastian harga jagung, dan kesiapan industri dalam menyerap hasil panen.
“Kami tidak ingin petani meninggalkan tanaman jagung karena merasa tidak mendapat dukungan atau harga jual yang rendah. Oleh karena itu, pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten dan seluruh pemangku kepentingan harus bergerak cepat agar produksi jagung terus meningkat dan kesejahteraan petani ikut terangkat,” tutupnya.
Melalui pencanangan tersebut, Pemprov Kalsel menargetkan Tanah Laut menjadi pusat pengembangan jagung di Banua sekaligus mendorong percepatan swasembada pangan dan peningkatan kesejahteraan petani.



