REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarbaru melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Banjarbaru terus memperluas akses pendidikan bagi masyarakat yang belum menyelesaikan sekolah formal.
Melalui program pendidikan kesetaraan, sebanyak 1.490 warga belajar Paket A, Paket B, dan Paket C resmi dikukuhkan di Aula Widyatama Disdik Kota Banjarbaru, Selasa (23/6/2026).


Ribuan peserta tersebut berasal dari sejumlah Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) yang tersebar di wilayah Kota Banjarbaru.
Program ini juga menjadi salah satu strategi Pemerintah Daerah (Pemda) untuk mengurangi angka anak tidak sekolah sekaligus memberikan kesempatan memperoleh ijazah yang setara dengan pendidikan formal.
Kepala Disdik Kota Banjarbaru, Abdul Basid mengatakan, para peserta yang dikukuhkan terdiri dari lulusan Paket A setara SD, Paket B setara SMP, dan Paket C setara SMA.
“Total secara keseluruhan berjumlah 1.490 orang warga belajar yang pada hari ini dikukuhkan sesuai dengan jenjangnya. Ini merupakan salah satu upaya Pemkot Banjarbaru untuk menangani permasalahan anak tidak sekolah ataupun anak putus sekolah,” ujarnya saat diwawancarai, Selasa (23/6/26).
Menurutnya, program kesetaraan dijalankan melalui kolaborasi antara Pemerintah Daerah dan lembaga pendidikan nonformal. Di mana saat ini terdapat delapan lembaga penyelenggara di Banjarbaru, diantaranya satu SKB negeri dan tujuh PKBM yang dikelola oleh yayasan maupun swasta.
“Ribuan peserta didik selama ini kita diberikan pembelajaran melalui PKBM dan SKB dan pada hari ini mereka kita lepas sesuai dengan jenjang,” ucapnya.
Di waktu berbeda, Ketua Forum PKBM Kota Banjarbaru, Ita Fitriyati menjelaskan, jumlah lulusan tahun ajaran 2025/2026 mencapai 1.447 orang yang tersebar di berbagai lembaga pendidikan kesetaraan.
Karena keterbatasan kapasitas tempat, sehingga prosesi pengukuhan hanya diikuti perwakilan dari masing-masing PKBM dan SKB.
“Jadi itu masing-masing PKBM, SKB, jumlah lulusannya itu bervariasi. Yang ikut pada hari ini juga itu hanya perwakilan saja. Ada yang sekitar 30, ada yang 20, ada yang 80, ada yang 70 orang,” sebutnya.
Ia menuturkan sistem pembelajaran di setiap lembaga disesuaikan dengan karakteristik warga belajar dan kondisi masing-masing penyelenggara.
“Kalau kami di PKBM Mahatma Cempaka, pembelajarannya dalam satu minggu ada dua hari tatap muka untuk semua paket. Namun, ada juga beberapa PKBM lain yang bekerja sama dengan pondok pesantren, sehingga jadwal pembelajarannya bisa setiap hari menyesuaikan agenda di pondok tersebut,” terangnya.
Sementara itu, salah satu lulusan Paket C dari PKBM Harapan Baru, Muhammad Maulana mengaku bersyukur bisa menyelesaikan pendidikannya melalui jalur kesetaraan.
Ia menilai proses belajar berjalan dengan lancar dan tetap memberikan pengalaman yang berkesan.
“Sejauh ini lancar saja. Jadwal belajarnya biasanya dari Senin sampai Kamis mulai jam setengah dua siang. Selain belajar teori, kami juga ada kegiatan olahraga. Alhamdulillah, selain bisa lulus, saya juga bisa berprestasi. Rasanya sangat senang dan terharu,” ungkapnya.
Melalui program pendidikan kesetaraan ini, Pemkot Banjarbaru berharap semakin banyak warga yang memperoleh kesempatan untuk menyelesaikan pendidikan, meningkatkan kompetensi diri, serta memiliki peluang lebih besar untuk melanjutkan studi maupun memasuki dunia kerja.

