REDAKSI8.COM, BALANGAN – Pemerintah Kabupaten Balangan kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia berbasis pendidikan keagamaan melalui penyaluran Bantuan Pendidikan Santri kepada 2.751 santri asal Kabupaten Balangan yang sedang menempuh pendidikan di berbagai pondok pesantren, baik di Kalimantan Selatan maupun di luar daerah.
Salah satu penyerahan bantuan tersebut dilaksanakan di Pondok Pesantren Riyadhul Muhibbin Bungin dan Pondok Pesantren Nurul Muhibbin Halong, Kamis (6/8/2026). Program ini menjadi bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap keberlangsungan pendidikan santri sekaligus upaya mencetak generasi muda yang berilmu, berakhlak, dan memiliki daya saing.

Bupati Balangan, Abdul Hadi, mengatakan bahwa program bantuan pendidikan santri merupakan salah satu program prioritas pemerintah daerah dalam mendukung akses pendidikan keagamaan bagi putra-putri Balangan.
Ia menjelaskan, dari total 2.751 santri penerima bantuan, sebanyak 195 santri berasal dari Pondok Pesantren Riyadhul Muhibbin yang pada kesempatan tersebut menerima bantuan secara simbolis.
“Alhamdulillah hari ini kita menyerahkan bantuan pendidikan melalui Program Beasiswa Santri. Total penerimanya sebanyak 2.751 santri, dan khusus di pondok pesantren ini ada 195 santri yang menerima bantuan,” ujar Abdul Hadi.
Menurutnya, penerima bantuan tidak hanya berasal dari pondok pesantren di Kabupaten Balangan, tetapi juga mencakup santri yang menempuh pendidikan di berbagai daerah. Bahkan, pemerintah daerah turut memberikan perhatian kepada 54 santri asal Balangan yang sedang belajar di Hadramaut, Yaman, serta santri yang belajar di sejumlah pondok pesantren ternama di Pulau Jawa, termasuk Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah (Dalwa), maupun di berbagai pondok pesantren di Kalimantan Selatan dan luar Kalimantan Selatan.
Hal tersebut menunjukkan bahwa Pemerintah Kabupaten Balangan tidak membatasi dukungan pendidikan berdasarkan lokasi belajar, melainkan berupaya memastikan seluruh santri asal Balangan memperoleh kesempatan yang sama untuk mendapatkan bantuan pendidikan.
Dalam program tersebut, setiap santri jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs) menerima bantuan sebesar Rp3 juta, sedangkan santri jenjang Madrasah Aliyah (MA) memperoleh bantuan sebesar Rp3,5 juta.
Bupati Abdul Hadi berharap bantuan tersebut tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan biaya pendidikan santri, tetapi juga menjadi penyemangat bagi mereka untuk terus belajar, memperdalam ilmu agama, dan kelak mampu memberikan kontribusi positif bagi daerah.
“Melalui bantuan ini kami berharap para santri semakin termotivasi untuk belajar dengan sungguh-sungguh. Di sisi lain, program ini juga diharapkan dapat meringankan beban ekonomi orang tua serta membantu pondok pesantren dalam mendukung proses pendidikan para santri,” katanya.
Program bantuan pendidikan santri ini dinilai memiliki manfaat yang luas. Selain membantu pembiayaan pendidikan, program tersebut juga menjadi bentuk penghargaan pemerintah terhadap peran pondok pesantren sebagai lembaga yang telah lama berkontribusi mencetak generasi berkarakter, berakhlak mulia, serta memiliki pemahaman agama yang kuat.
Apresiasi terhadap program tersebut disampaikan oleh Pimpinan Pondok Pesantren Riyadhul Muhibbin, KH. Muhammad Saubari. Ia menilai kebijakan Pemerintah Kabupaten Balangan merupakan langkah yang sangat positif dan menunjukkan keberpihakan nyata kepada dunia pendidikan pesantren.
“Ini adalah terobosan yang luar biasa dari seorang pimpinan daerah. Setahu kami baru beliau yang mampu menghadirkan program seperti ini. Kami mendoakan semoga program ini terus berlanjut, semakin berkembang, dan membawa keberkahan bagi masyarakat Kabupaten Balangan,” ungkapnya.
Menurutnya, bantuan pendidikan tersebut tidak hanya memberikan manfaat secara finansial, tetapi juga menjadi penyemangat bagi para santri untuk terus menuntut ilmu. Di sisi lain, perhatian pemerintah kepada pondok pesantren menjadi bukti bahwa pendidikan keagamaan memiliki posisi penting dalam pembangunan daerah.
Melalui program ini, Pemerintah Kabupaten Balangan berharap lahir semakin banyak generasi muda yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan agama, tetapi juga memiliki karakter, integritas, dan kepedulian sosial. Ke depan, para santri diharapkan mampu menjadi pemimpin, ulama, pendidik, maupun tokoh masyarakat yang berkontribusi dalam membangun Balangan yang religius, maju, dan sejahtera.
Program Bantuan Pendidikan Santri pun menjadi salah satu investasi jangka panjang pemerintah daerah dalam membangun kualitas sumber daya manusia, karena pendidikan yang baik hari ini akan melahirkan generasi penerus yang mampu membawa kemajuan bagi Kabupaten Balangan di masa mendatang.



