REDAKSI8.COM, BANJAR – Tumpukan bangkai ikan yang hanyut di aliran sungai dari kawasan Bendungan Karang Intan hingga Desa Sungai Arfat semakin meresahkan warga. Selain menimbulkan bau tidak sedap, air sungai yang selama ini menjadi sumber kebutuhan sehari-hari kini tidak lagi dapat dimanfaatkan karena tercemar bangkai ikan.
Warga berharap pemerintah dan instansi terkait segera mengambil langkah cepat dengan membuka pintu air di Bendungan Karang Intan maupun Bendungan Riam Kanan agar arus sungai meningkat dan mampu menghanyutkan tumpukan bangkai ikan yang mengendap di sepanjang aliran sungai.

Dalam beberapa hari terakhir, ribuan bangkai ikan terlihat mengapung dan menumpuk di sejumlah titik aliran sungai. Kondisi tersebut menyebabkan kualitas air menurun drastis. Warna air berubah keruh, disertai aroma menyengat akibat proses pembusukan ikan yang terus berlangsung.
Bagi masyarakat yang tinggal di sepanjang bantaran sungai, kondisi ini menjadi persoalan serius. Air sungai yang biasanya dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan rumah tangga kini tidak lagi digunakan karena dinilai telah tercemar. Sebagian warga juga meyakini air tersebut sudah tidak suci sehingga tidak dapat dimanfaatkan untuk keperluan ibadah.
Situasi tersebut membuat aktivitas warga terganggu. Mereka terpaksa mencari sumber air alternatif sambil menunggu kondisi sungai kembali normal.
Salah seorang warga mengungkapkan, tumpukan bangkai ikan yang terus mengendap akan semakin memperparah pencemaran apabila tidak segera ditangani. Menurutnya, salah satu solusi yang dapat dilakukan adalah meningkatkan debit aliran sungai melalui pembukaan pintu bendungan.
“Warga berharap pintu air di Bendungan Karang Intan maupun Bendungan Riam Kanan dapat dibuka sementara agar arus sungai menjadi lebih deras sehingga bangkai ikan yang menumpuk bisa terbawa arus dan tidak terus mengendap di sekitar permukiman,” ujarnya.
Warga mengusulkan agar pembukaan pintu air dilakukan selama sekitar tiga hingga empat jam. Mereka menilai waktu tersebut cukup untuk meningkatkan debit air sehingga tumpukan bangkai ikan dapat tersapu menuju aliran yang lebih besar dan tidak lagi menumpuk di kawasan permukiman.
Selain mengganggu aktivitas masyarakat, bangkai ikan yang membusuk juga dikhawatirkan dapat menimbulkan dampak terhadap kesehatan lingkungan apabila dibiarkan terlalu lama. Bau menyengat yang muncul mulai dirasakan warga, terutama pada siang hingga sore hari saat suhu udara meningkat.
Masyarakat berharap pemerintah daerah, pengelola bendungan, serta instansi teknis terkait segera melakukan koordinasi untuk menentukan langkah penanganan yang tepat. Selain pembukaan pintu air, warga juga mengharapkan adanya upaya pembersihan bangkai ikan di sejumlah titik yang mengalami penumpukan paling parah agar kondisi sungai dapat segera pulih.
Warga berharap keluhan mereka segera mendapat perhatian. Penanganan yang cepat dinilai penting agar pencemaran tidak semakin meluas, kualitas air sungai kembali membaik, dan masyarakat dapat kembali memanfaatkan sungai dengan aman untuk kebutuhan sehari-hari.



