REDAKSI8.COM – Pada puncak peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) yang diselenggerakan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia (RI), Jumat (26/6), Wakil Presiden Republik Indonesia (RI), KH Ma’ruf Amin, menyampaikan, generasi melinial yang paling banyak terpapar Narkotika berkisar dari umur 15 sampai 32 tahun se-Indonesia.
Pada tahun 2019 ungkap Wakil Presiden, ada sekitar 3.6 juta remaja hingga dewasa yang mengonsumsi narkotika. Hal ini tentu saja baginya, adalah momok yang harus di tanggulangi bersama semua pihak.

Karena sambungnya, distribusi barang ilegal tersebut tidak hanya meliputi antar antar kota, daerah dan provinsi saja, tapi juga telah melanglang buana di lintas internasional.
“Kita harus memutus mata rantai penyebaran narkotika melalui kerjasama semua pihak, baik pemerintah daerah, aparat dan masyarakat kita sendiri,” ujarnya dalam Video Conference puncak peringatan HANI Tahun 2020, Jumat (26/6).
Apalagi dalam kondisi saat ini, menurutnya, tidak hanya di negara Indonesia saja, Pandemi Covid-19 yang telah menggrogoti sistem ekonomi dan kesehatan dunia itu bukan perkara ringan, ditambah peredaran narkoba yang masih cukup marak. Oleh sebab itu, peredaran narkotika di negara ibu pertiwi harus segera di putus.
“Mari kita sadarkan, bahagiakan dan hidup produktif 100% tanpa narkoba menuju era new normal,” tegasnya.
Sementara itu Walikota Banjarbaru, Nadjmi Adhani, mengatakan, respon baik dari pemerintah kota Banjarbaru dalam upaya melawan penyalahgunaan dan pengedaran narkotika dapat terlihat dari seluruh jajaran Forkopimda di Kota Banjarbaru yang hadir pada peringatan HANI hari ini.
Ia berharap kedepannya, semoga Kota Banjarbaru suatu saat bisa terbebas dari narkotika.
“Bila ada ASN yang terlibat dalam penyalah gunaan narkotika maka akan kita berikan ‘binaan’ berupa sanksi dari pemerintah kota,” ucap Nadjmi pasca video conference.

Selanjutnya kepala BNN Kota Banjarbaru, Kompol Yanto Suparwito, menerangkan, hingga saat ini, jumlah pasien yang masih dalam masa rehabilitasi oleh pihaknya ada sekitar 39 orang. Terhitung sejak bulan Januari hingga bulan Juni tahun 2020.
Jika terdapat pasien yang kondisinya cukup parah, perlu rehabilitasi yang dosis penanganannya tinggi, maka pasien akan dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sambang Lihum.
“Paling banyak yang kita rehap biasa mengonsumsi narkotika jenis sabu-sabu, obat-obatan pil seperti zenit, koplo dan lemfox,” bebernya kepada Redaksi8.com.
“Kami sangat berterima kasih kepada Walikota Banjarbaru dan jajarannya yang telah memfasilitasi penyelenggaraan puncak peringatan HANI di Kota Banjarbaru tahun ini,” tandasnya.



