REDAKSI8.COM, Kabupaten Banjar – Puluhan ribu ikan yang mati akibat kekurangan oksigen di Desa Awang Bangkal Barat Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan, kematian ikan tersebut mulai terjadi pada hari Selasa 12 Desember 2023 kemarin.
Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar Sipliansyah Hartani mengungkapkan bahwa kematian ikan di jala apung yang ada di Desa Awang Bangkal karena kekurangan oksigen di air tersebut.
“Ada beberapa faktor yang menyebabkan oksigen pada air sungai tersebut berkurang yang mengakibatkan kematian ikan. Apalagi air sungai aliran riam kanan tersebut bergantung dengan keluarnya air di turbin PLTA Riam Kanan,” ucapnya
Ia menjelaskan bahwa, sebelumnya, pihaknya sudah memberikan himbauan kepada warga pembudidaya ikan khususnya yang berada di sungai aliran bendungan Riam Kanan Kecamatan Aranio untuk memperhatikan siklus tahunan yang mengakibatkan kematian karena kurang lancarnya air riam kanan.

Ia kembali menambahkan bahwa ada beberapa faktor yang mengakibatkan kurangnya oksigen di air sungai Riam Kanan tersebut. Dari hasil pengukuran air yang dilakukan oleh pihak perikanan bahwa oksigen di air sungai tersebut 0,8, bukan.rendah lagi, tetapi hampir tidak ada oksigen.
“Hampir tidak adanya oksigen tersebut karena kurang lancarnya aliran air tersebut dan juga ditambah endapan yang ada di dasar sungai akibat sisa pakan yang tidak habis dimakan ikan yang turun ke dasar sungai serta kotoran ikan yang terkumpul,” ungkapnya.
Silliansyah Hartani juga memberikan solusi untuk paling tidak untuk mengurangi kematian dan mempertahankan ikan yang ada dengan membuat oksigen tambahan sehingga ikan bisa tetap hidup sambil menunggu oksigen di aliran sungai tersebut.
“Untuk mengurangi kematian, maka pembudidaya sudah kami minta untuk membuat air mancur agar menghasilkan oksigen agar mengurangi kematian ikan, apalagi saat ini sudah banyak ikan yang mati,” tuturnya.
Pihak Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Banjar juga memberikan himbauan apabila ada ikan yang mati dalam keramba atau jaring apung agar segera diangkat dan tidak dibuang ke perairan sekitarnya agar tidak mencemari lingkungan di hilir sungai.
Selain itu, pihak Dinas juga meminta untuk melakukan koordinasi dengan Penyuluh Peternakan Lapangan PPL Perikanan di wilayah setempat atau ke Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Banjar, apabila ada permasalahan di lapangan.



