REDAKSI8.COM, BANJAR – Harapan masyarakat Desa Bakambat, Kecamatan Aluh-Aluh, Kabupaten Banjar, untuk meningkatkan kembali hasil pertanian mulai mendapat perhatian. Salah satu upaya yang didorong adalah melalui rencana normalisasi sungai yang berada di wilayah desa tersebut.
Kepala Desa Bakambat, Kasmayuda, menerima kunjungan dari PT Adhi Karya yang merupakan perwakilan dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan Selatan. Pertemuan tersebut membahas rencana normalisasi sungai yang dinilai memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas pertanian masyarakat setempat.
Kasmayuda menjelaskan, normalisasi sungai menjadi kebutuhan bagi masyarakat karena kondisi alur sungai saat ini dinilai mulai mengalami pendangkalan dan pengendapan air. Kondisi tersebut disebut turut mempengaruhi sistem pengairan lahan pertanian yang selama ini menjadi salah satu sumber penghidupan masyarakat Desa Bakambat.
Menurutnya, persoalan tersebut bukan baru terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Masyarakat bahkan telah menghadapi kondisi hasil pertanian yang kurang optimal selama puluhan tahun.
“Tujuan pertama normalisasi sungai ini untuk meningkatkan hasil pertanian masyarakat Desa Bakambat. Selama ini hampir puluhan tahun hasil pertanian berupa padi sering mengalami gagal panen,” ujar Kasmayuda.
Ia menerangkan, salah satu persoalan yang dihadapi petani adalah kondisi alur sungai yang airnya cenderung mengendap. Kondisi tersebut membuat sirkulasi dan pengelolaan air untuk kawasan pertanian menjadi kurang optimal.
Padahal, sektor pertanian, khususnya tanaman padi, memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat Desa Bakambat. Karena itu, perbaikan sistem tata air melalui normalisasi sungai diharapkan dapat memberikan dampak langsung terhadap produktivitas lahan pertanian.
Kasmayuda yang juga merupakan ketua DPC APDESI Kabupaten Banjar berharap program normalisasi tersebut dapat segera direalisasikan sehingga kondisi pertanian masyarakat dapat kembali membaik seperti sebelumnya.

Ia menyebut, pada masa lalu hasil pertanian masyarakat Desa Bakambat tergolong baik. Namun seiring perubahan kondisi sungai dan lingkungan, hasil panen petani kini dinilai tidak lagi seoptimal sebelumnya.
“Harapan kita dengan adanya program ini, hasil pertanian bisa kembali seperti semula, bisa kembali seperti dulu. Yang dulunya bagus, hasil pertanian masyarakat, saat ini hasilnya kurang bagus,” katanya.
Lebih jauh, normalisasi sungai tidak hanya dipandang sebagai proyek perbaikan infrastruktur pengairan. Bagi Pemerintah Desa Bakambat, program tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dengan pengairan yang lebih baik, petani diharapkan dapat meningkatkan produktivitas lahan, mengurangi risiko gagal panen, sekaligus memperoleh pendapatan yang lebih baik dari hasil pertanian.
“Dengan adanya program ini, harapan kita bisa meningkatkan pendapatan masyarakat di Desa Bakambat,” tutur Kasmayuda.
Pemerintah Desa Bakambat pun menyambut baik perhatian Balai Wilayah Sungai Kalimantan Selatan melalui PT AHDI Karya terhadap kondisi sungai di wilayah tersebut. Koordinasi antara pemerintah desa dan pihak terkait diharapkan dapat terus dilakukan agar rencana normalisasi dapat berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.
Kasmayuda juga berharap seluruh tahapan program dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya para petani yang selama ini bergantung pada kondisi tata air sungai untuk mengelola lahan pertaniannya.
“Semoga semuanya dikabulkan dan berjalan dengan lancar,” pungkasnya.
Jika terealisasi, normalisasi sungai di Desa Bakambat diharapkan bukan hanya memperbaiki kondisi alur sungai, tetapi juga menjadi langkah penting untuk menghidupkan kembali produktivitas pertanian dan memperkuat perekonomian masyarakat desa.



