REDAKSI8.COM, TANAH BUMBU — Komando Distrik Militer (Kodim) 1022 Tanah Bumbu menegaskan komitmennya dalam mendukung upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Tanah Bumbu.
Komitmen tersebut disampaikan dalam Apel Gelar Pasukan Penanggulangan Karhutla yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kamis (10/9/2026).
Apel yang dipusatkan di halaman Kantor Bupati Tanah Bumbu tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif, selaku pembina apel.
Kegiatan ini turut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) atau yang mewakili, unsur TNI-Polri, BPBD, Damkar, Manggala Agni, relawan, serta Tim Satuan Tugas Karhutla dari Mabes TNI.
Tim Satgas Karhutla Mabes TNI yang hadir di antaranya Kolonel Laut (K) Dr. dr. Hisnindarsyah, S.E., M.Kes., M.H., Sp.K.L., CFEM, Subsp.K.T.(K), FISQUA dan Kolonel Arh Hany Mahmudhi, S.E., M.A.P.
Dandim 1022 Tanah Bumbu Letkol Inf Zierda Aulia Salam, S.Hub.Int., M.H.I., mengatakan apel gelar pasukan menjadi wujud kesiapsiagaan seluruh unsur dalam menghadapi potensi Karhutla.
Menurutnya, penanganan kebakaran hutan dan lahan membutuhkan kerja sama yang kuat dan respons cepat dari seluruh pihak.
“Apel gelar pasukan ini adalah wujud kesiapsiagaan kita bersama dalam menghadapi ancaman Karhutla. Dengan sinergi lintas sektor, kita dapat memberikan respons cepat, tepat, dan terkoordinasi demi keselamatan masyarakat serta kelestarian lingkungan. Kodim 1022/Tanah Bumbu siap mendukung penuh langkah pemerintah daerah dan instansi terkait,” ujar Dandim.
Sementara itu, Kolonel Laut (K) Dr. dr. Hisnindarsyah mengatakan kehadiran Tim Satgas Karhutla dari Mabes TNI di Tanah Bumbu merupakan bagian dari tugas untuk memastikan kesiapan personel di daerah.
Selain melakukan monitoring kesiapan pasukan, pihaknya juga memberikan edukasi terkait dampak Karhutla terhadap kehidupan masyarakat.
“Kehadiran kami di Tanah Bumbu merupakan perintah pimpinan untuk memastikan kesiapan pasukan dan memberikan edukasi tentang dampak Karhutla, baik dari sisi kesehatan maupun perekonomian masyarakat,” jelas Kolonel Hisnindarsyah.
Dalam arahannya, Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif menekankan bahwa kebakaran hutan dan lahan merupakan ancaman nyata yang harus dihadapi melalui kolaborasi seluruh pihak.
Ia meminta seluruh unsur yang terlibat dalam penanggulangan Karhutla untuk meningkatkan patroli terpadu dan deteksi dini, terutama di wilayah-wilayah yang berpotensi mengalami kebakaran.
“Karhutla adalah ancaman nyata yang harus kita hadapi bersama. Pemerintah daerah bersama TNI, Polri, BPBD, Damkar, Manggala Agni dan seluruh komponen masyarakat akan terus berkolaborasi agar penanganan Karhutla berjalan maksimal,” tegas Bupati.
Bupati juga menekankan pentingnya penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang dengan sengaja melakukan pembakaran lahan.
“Untuk itu tingkatkan patroli terpadu dan deteksi dini serta tegakkan hukum secara tegas terhadap setiap pelaku pembakaran lahan dengan sengaja,” tambahnya.
Apel Gelar Pasukan Penanggulangan Karhutla tersebut berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan.
Keterlibatan seluruh unsur Forkopimda, TNI, Polri, BPBD, Damkar, Manggala Agni, serta relawan diharapkan semakin memperkuat kesiapsiagaan dan sinergi dalam mencegah maupun menangani kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Tanah Bumbu.
Melalui kesiapan personel, peningkatan patroli terpadu, deteksi dini, serta koordinasi lintas sektor, upaya pencegahan Karhutla diharapkan dapat dilakukan secara lebih cepat dan efektif demi melindungi masyarakat dan menjaga kelestarian lingkungan di Tanah Bumbu.
Komitmen tersebut disampaikan dalam Apel Gelar Pasukan Penanggulangan Karhutla yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kamis (10/9/2026).
Apel yang dipusatkan di halaman Kantor Bupati Tanah Bumbu tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif, selaku pembina apel.
Kegiatan ini turut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) atau yang mewakili, unsur TNI-Polri, BPBD, Damkar, Manggala Agni, relawan, serta Tim Satuan Tugas Karhutla dari Mabes TNI.
Tim Satgas Karhutla Mabes TNI yang hadir di antaranya Kolonel Laut (K) Dr. dr. Hisnindarsyah, S.E., M.Kes., M.H., Sp.K.L., CFEM, Subsp.K.T.(K), FISQUA dan Kolonel Arh Hany Mahmudhi, S.E., M.A.P.
Dandim 1022 Tanah Bumbu Letkol Inf Zierda Aulia Salam, S.Hub.Int., M.H.I., mengatakan apel gelar pasukan menjadi wujud kesiapsiagaan seluruh unsur dalam menghadapi potensi Karhutla.
Menurutnya, penanganan kebakaran hutan dan lahan membutuhkan kerja sama yang kuat dan respons cepat dari seluruh pihak.
“Apel gelar pasukan ini adalah wujud kesiapsiagaan kita bersama dalam menghadapi ancaman Karhutla. Dengan sinergi lintas sektor, kita dapat memberikan respons cepat, tepat, dan terkoordinasi demi keselamatan masyarakat serta kelestarian lingkungan. Kodim 1022/Tanah Bumbu siap mendukung penuh langkah pemerintah daerah dan instansi terkait,” ujar Dandim.
Sementara itu, Kolonel Laut (K) Dr. dr. Hisnindarsyah mengatakan kehadiran Tim Satgas Karhutla dari Mabes TNI di Tanah Bumbu merupakan bagian dari tugas untuk memastikan kesiapan personel di daerah.
Selain melakukan monitoring kesiapan pasukan, pihaknya juga memberikan edukasi terkait dampak Karhutla terhadap kehidupan masyarakat.
“Kehadiran kami di Tanah Bumbu merupakan perintah pimpinan untuk memastikan kesiapan pasukan dan memberikan edukasi tentang dampak Karhutla, baik dari sisi kesehatan maupun perekonomian masyarakat,” jelas Kolonel Hisnindarsyah.
Dalam arahannya, Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif menekankan bahwa kebakaran hutan dan lahan merupakan ancaman nyata yang harus dihadapi melalui kolaborasi seluruh pihak.
Ia meminta seluruh unsur yang terlibat dalam penanggulangan Karhutla untuk meningkatkan patroli terpadu dan deteksi dini, terutama di wilayah-wilayah yang berpotensi mengalami kebakaran.
“Karhutla adalah ancaman nyata yang harus kita hadapi bersama. Pemerintah daerah bersama TNI, Polri, BPBD, Damkar, Manggala Agni dan seluruh komponen masyarakat akan terus berkolaborasi agar penanganan Karhutla berjalan maksimal,” tegas Bupati.
Bupati juga menekankan pentingnya penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang dengan sengaja melakukan pembakaran lahan.
“Untuk itu tingkatkan patroli terpadu dan deteksi dini serta tegakkan hukum secara tegas terhadap setiap pelaku pembakaran lahan dengan sengaja,” tambahnya.
Apel Gelar Pasukan Penanggulangan Karhutla tersebut berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan.
Keterlibatan seluruh unsur Forkopimda, TNI, Polri, BPBD, Damkar, Manggala Agni, serta relawan diharapkan semakin memperkuat kesiapsiagaan dan sinergi dalam mencegah maupun menangani kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Tanah Bumbu.
Melalui kesiapan personel, peningkatan patroli terpadu, deteksi dini, serta koordinasi lintas sektor, upaya pencegahan Karhutla diharapkan dapat dilakukan secara lebih cepat dan efektif demi melindungi masyarakat dan menjaga kelestarian lingkungan di Tanah Bumbu.

