REDAKSI8.COM – Mengacu pada Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), yang telah dimulai sejak Bulan Maret 2019 lalu, Walikota Banjarnaru Nadjmi Adhani, Hari ini menyerahkan 738 buah sertifikat tanah kepada Masyarakat Guntung Manggis, dari sekitar 2600 sertifikat di 51 RT. Ditandai dengan penyerahan secara simbolis oleh Nadjmi Adhani kepada 5 orang ibu rumah tangga, di Aula Kantor Kelurahan Guntung Manggis Kecamatan Landasan Ulin, Selasa Pagi (7/1).
Menurutnya, kamanfaatan sertifikat itu ialah untuk kepastian hukum sebagai bukti kepemilikan masing-masing warganya, serta dapat diberdayakan untuk kepentingan jaminan dan hal lainnya.

“Sebenarnya beberapa kelurahan juga tengah mendapatkan program PTSL, namun Kebetulan sekali bapa lurah di sini aktif berkoordinasi dengan pihak BPN, makanya Kelurahan Guntung Manggis menjadi Kelurahan pertama di tahun 2020 yang selesai,” ungkap Nadjmi Adhani.
“Kelurahan lain juga akan segera menyusul,” sambungnya.
Selain itu Ia juga menerangkan, pada tahun ini terjadi penurunan kuota, yakni 8200 sertifikat yang diantaranya 5000 Peta Bidang Tanah (PBT), 3000 PTSL dan 200 bidang UKM sertifikat merek. Lantaran lanjutnya, kuota sertifikat tergantung usulan daerah yang disusun berdasarkan kebutuhan daerah.
“Secara nasional memang ada sekitar 9 juta persil sertifikat yang dicanangkan oleh Bapa presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo, akan tetapi perlu waktu untuk menyelesaikan itu semua,” bebernya kepada Reporter ini.

Sementara itu Lurah Guntung Manggis Suroyo menjelaskan, proses pengeluaran sertifikat PTSL oleh pihak BPN sebenarnya tidak memakan waktu yang lama, Tapi karena jumlah sertifikat yang harus diselesaikan kurang lebih ribuan. Selama tahun 2019 tambahnya, ada sekitar 2800 sertifikat yang masuk ke BPN.
“Alhamdulillah tahun 2020 kita yang dapat duluan. Lebih dari 30 RT yang dapat hari ini,” Suroyo.

Selanjutnya salah seorang warga RT 36 RW 07 Kelurahan Guntung Manggis, Rabbani mengungkapkan, walaupun memerlukan proses yang begitu lama, namun dirinya sangatlah senang akan program PTSL tersebut.
“Dari tahap awal mendaftar sampai sekarang kurang lebih 2 tahun saya menunggu. Mungkin karena banyak yang ikut program ini makanya baru bisa hari ini,” tukas Rabbani.
“Saya sangat senang sampai tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata,” pungkasnya.



