REDAKSI8.COM, BALANGAN – Pemerintah Desa Buntu Karau, Kecamatan Juai, Kabupaten Balangan, menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) sebagai bagian dari tahapan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP Desa). Kegiatan berlangsung di Kantor Desa Buntu Karau, Selasa (11/8/2026) mulai pukul 14.00 Wita.
Musrenbangdes tersebut dihadiri Kepala Desa Buntu Karau beserta perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), perwakilan kelompok masyarakat serta unsur terkait lainnya.


Kasi Pembangunan Desa Buntu Karau, Feri Arianti, S.Pd.Aud menyampaikan bahwa musyawarah menjadi forum penting bagi pemerintah desa dan masyarakat untuk menyusun arah pembangunan secara partisipatif, sekaligus memastikan program yang direncanakan benar-benar menjawab kebutuhan warga.
Ia menjelaskan bahwa dalam pembahasan, peserta mencermati hasil evaluasi laju pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Desa yang mengacu pada Sistem Informasi Desa. Hasil pencermatan tersebut menjadi salah satu dasar dalam menentukan program dan kegiatan yang akan dimasukkan ke dalam RKP Desa.
Selain itu, forum membahas rancangan RKP Desa berdasarkan bidang program dan kegiatan, termasuk sumber pendanaan yang memungkinkan digunakan untuk mendukung pelaksanaannya.
“Prioritas pembangunan juga diarahkan pada program dan kegiatan yang mendukung pencapaian target SDGs Desa sebagaimana telah ditetapkan dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJM Desa),” tuturnya.
Dalam Musrenbangdes tersebut, sejumlah usulan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat menjadi bagian dari daftar prioritas yang direncanakan untuk dilaksanakan pada 2028.
Salah satu usulan yang mendapat perhatian adalah pembangunan jalan alternatif untuk penanganan akses saat terjadi bencana banjir. Pembangunan tersebut direncanakan mencakup wilayah RT 01, RT 02, RT 03 dan RT 04 dengan pagu anggaran sekitar Rp500 juta yang bersumber dari APBD.
Usulan lainnya berupa pembangunan titian ulin di kawasan Danau Rangas, khususnya untuk mendukung akses masyarakat di wilayah persawahan RT 06.
Untuk mendukung konektivitas masyarakat, Musrenbangdes juga membahas rehabilitasi total jembatan gantung di RT 04.
Tidak hanya pembangunan infrastruktur, perhatian juga diberikan terhadap penguatan ekonomi masyarakat. Salah satu usulan yang dibahas adalah pengembangan usaha ternak ayam petelur lengkap dengan bibit, kandang dan pakan.
Sebagai desa yang memiliki aktivitas masyarakat di sektor pertanian, kebutuhan sarana dan prasarana pertanian juga menjadi bagian dari prioritas.
Musrenbangdes membahas usulan pengadaan lima unit traktor rotary untuk mendukung ketersediaan alat dan mesin pertanian bagi masyarakat desa. Selain itu, terdapat pula usulan pengadaan mesin tanam padi guna membantu petani meningkatkan efisiensi proses penanaman.
Sementara itu, untuk mendukung pengelolaan lahan persawahan dan sistem pengairan, diusulkan pula pembangunan dam irigasi persawahan di wilayah RT 03. Pembangunan tersebut diharapkan mampu meningkatkan ketersediaan dan kelancaran pengairan lahan pertanian masyarakat.
Berbagai usulan tersebut menunjukkan bahwa arah pembangunan Desa Buntu Karau tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat, meningkatkan produktivitas pertanian, serta memperbaiki akses dan infrastruktur desa.



