REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Ketua DPRD Kota Banjarbaru, Gusti Rizky Sukma Iskandar Putera menegaskan pergantian dirinya dari kursi Ketua DPRD bukan karena sanksi atau persoalan internal partai.
Ia menyebut keputusan itu murni merupakan kebijakan penyegaran organisasi yang ditetapkan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar.


Pernyataan itu disampaikan menyusul pengumuman usulan pergantian Ketua DPRD Kota Banjarbaru sisa masa jabatan 2024–2029 dalam rapat paripurna DPRD, Senin (16/6/26).
Menanggapi anggapan sebagian pihak yang menilai pergantian tersebut berlangsung mendadak, Rizky memastikan tidak ada poin dalam surat DPP Golkar yang menyebut dirinya melakukan pelanggaran ataupun menerima sanksi partai.
“Di dalam surat tersebut tidak ada poin yang menyampaikan bahwa saya dalam keadaan yang bersalah ataupun juga kena sanksi partai. Artinya ini adalah murni penyegaran dari Partai Golkar berdasarkan pertimbangan dari Partai Golkar Pusat,” tegasnya.
Rizky menyebut, alasan di balik keputusan penyegaran merupakan kewenangan penuh pengurus partai di tingkat yang lebih tinggi.
Karena itu, ia mempersilakan publik menanyakan langsung kepada pengurus Golkar tingkat provinsi maupun pusat.
“Mengenai pertimbangan kenapa saya disegarkan, silahkan nanti tanyakan kepada Dewan Pimpinan Partai Golkar di tingkat atas kami, mungkin nanti bisa ke tingkat provinsi ataupun juga ke tingkat pusat secara langsung,” tuturnya.
Meski tidak lagi diusulkan sebagai Ketua DPRD, ia mengaku menerima keputusan partai dan siap menjalankan amanah baru sesuai ketentuan yang berlaku.
Karena menurutnya keputusan yang diambil DPP Golkar telah melalui berbagai pertimbangan untuk kepentingan organisasi ke depan.
“Kita selalu siap menerima keputusan apa pun yang ditetapkan oleh Dewan Pimpinan Pusat Partai Golongan Karya,” ucapnya.
Menanggapi dinamika di kursi pimpinan legislatif tersebut, Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby menyatakan, pihak eksekutif menghormati penuh mekanisme internal partai politik.
“Terkait hal tersebut, tentunya kita mengikuti keputusan dari partai. Harapannya, ke depan kita bisa terus sama-sama bersinergi untuk membangun Pemerintah Kota Banjarbaru,” katannya.
Ia menambahkan, sejauh ini hubungan kerja sama dan komunikasi antara jajaran eksekutif dan pimpinan DPRD Kota Banjarbaru berjalan dengan sangat baik.
“Hubungan kita cukup baik,” tutupnya.
Berdasarkan surat DPP Partai Golkar yang dibacakan dalam rapat paripurna, posisi Ketua DPRD Kota Banjarbaru selanjutnya diusulkan dijabat oleh Muhammad Syahrial.
Sementara Gusti Rizky akan tetap menjalankan tugas sebagai Ketua DPRD hingga seluruh proses administrasi dan penetapan pimpinan baru selesai dilaksanakan.
Apakah digantinya Gusti Rizky ini ada kaitannya dengan isu Wakil Walikota Banjarbaru Wartono akan mundur dari jabatan wakilnya? maybe yes maybe no.



