REDAKSI8.COM, JAKARTA – Indonesia kembali meneguhkan langkahnya menuju panggung internasional sebagai salah satu destinasi utama wisata petualangan dunia. Hal ini tampak jelas dalam Musyawarah Nasional (Munas) Indonesia Adventure Travel Trade Association (IATTA) 2025 yang sukses digelar di Jakarta Design Center, Selasa (16/9/2025).
Acara bergengsi ini bukan hanya menjadi forum pemilihan Ketua Umum baru periode 2025–2029, tetapi juga menghadirkan berbagai agenda penting seperti dialog interaktif, sesi networking, serta pemberian sertifikat kemitraan bagi asosiasi, industri, media, dan mitra strategis yang telah tumbuh bersama IATTA.
Munas IATTA 2025 dibuka langsung oleh Kementerian Pariwisata yang diwakili oleh Budi Supriyanto, Asisten Deputi Manajemen Industri, didampingi oleh Ketua Umum IATTA 2017–2025 Cahyo Alkantana, serta Ketua Umum Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Haryadi Sukamdani.
Sejumlah tokoh penting turut hadir, antara lain Dr. Nandang Prihadi, Direktur Pemanfaatan Jasa Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan; Barokna Haulah, Deputi Bina Tenaga & Potensi Basarnas; serta Taufan Rahmadi, Dewan Pakar Bidang Pariwisata pasangan Presiden dan Wapres terpilih Prabowo–Gibran. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan lintas sektor bagi pengembangan pariwisata petualangan di Indonesia.
Dalam sambutannya, Ketua Umum IATTA periode 2017–2025 Cahyo Alkantana menegaskan kembali visi besar IATTA, yakni menjadikan Indonesia sebagai destinasi wisata petualangan kelas dunia yang berkualitas, berkelanjutan, dan berdaya saing global.
Cahyo mengungkapkan bahwa selama delapan tahun kepemimpinannya, IATTA berhasil menorehkan berbagai tonggak penting. Di antaranya penyelenggaraan program pelatihan dan sertifikasi bagi pelaku wisata petualangan, pembinaan komunitas, hingga kolaborasi dengan industri, asosiasi, serta pemerintah.
“Periode ini tentu tidak mudah. Kita lahir, lalu menghadapi hantaman pandemi COVID-19 yang membuat banyak sektor lumpuh. Namun berkat kerja keras bersama, kita berhasil melewati tantangan itu dan terus tumbuh,” tutur Cahyo yang disambut tepuk tangan hangat para peserta.
Munas 2025 dihadiri sekitar 50 peserta yang terdiri atas perwakilan asosiasi, anggota DPP dan DPW IATTA dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Aceh, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Yogyakarta, Jawa Barat, hingga Riau. Selain itu, mitra strategis dan tamu undangan juga ikut hadir, menciptakan suasana yang kaya akan ide, pengalaman, serta jejaring baru.
Momen penting dalam Munas 2025 adalah terpilihnya Amalia Yunita sebagai Ketua Umum IATTA periode 2025–2029. Sebelumnya, Amalia menjabat sebagai Sekretaris Jenderal IATTA dan dikenal aktif mendorong berbagai program pengembangan wisata petualangan di Indonesia.
Dalam sambutan perdananya sebagai Ketua Umum, Amalia menegaskan komitmennya untuk membawa IATTA ke level lebih tinggi.
“IATTA harus berperan strategis dalam meningkatkan kualitas wisata petualangan Indonesia. Kita ingin menegaskan bahwa Indonesia adalah surga wisata petualangan dunia, mulai dari gunung, laut, hutan, sungai, hingga gua-gua yang eksotis,” ujar Amalia penuh semangat.
Kesuksesan Munas IATTA 2025 juga mendapat dukungan dari berbagai brand dan komunitas wisata petualangan terkemuka seperti EigerIndo, Bravo Adventure, Arus Liar, dan Cave Jomblang. Dukungan ini menjadi bukti nyata kolaborasi erat antara asosiasi, industri, dan komunitas dalam memajukan sektor pariwisata petualangan.
Agenda penutup Munas ditandai dengan penetapan Dewan Pengarah, pembentukan formatur kepengurusan baru, serta pembaruan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) IATTA. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat fondasi organisasi agar lebih adaptif menghadapi dinamika global pariwisata.
Dengan kepemimpinan baru di bawah Amalia Yunita, IATTA optimistis mampu memperluas jejaring internasional, meningkatkan standar kualitas layanan wisata petualangan, serta memastikan keberlanjutan lingkungan dalam setiap kegiatan wisata.
Munas IATTA 2025 tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga momentum penting untuk menegaskan positioning Indonesia di mata dunia sebagai “The Adventure Paradise of The World”, sebuah surga bagi para pencinta petualangan dari seluruh penjuru dunia.
Acara bergengsi ini bukan hanya menjadi forum pemilihan Ketua Umum baru periode 2025–2029, tetapi juga menghadirkan berbagai agenda penting seperti dialog interaktif, sesi networking, serta pemberian sertifikat kemitraan bagi asosiasi, industri, media, dan mitra strategis yang telah tumbuh bersama IATTA.
Munas IATTA 2025 dibuka langsung oleh Kementerian Pariwisata yang diwakili oleh Budi Supriyanto, Asisten Deputi Manajemen Industri, didampingi oleh Ketua Umum IATTA 2017–2025 Cahyo Alkantana, serta Ketua Umum Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Haryadi Sukamdani.
Sejumlah tokoh penting turut hadir, antara lain Dr. Nandang Prihadi, Direktur Pemanfaatan Jasa Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan; Barokna Haulah, Deputi Bina Tenaga & Potensi Basarnas; serta Taufan Rahmadi, Dewan Pakar Bidang Pariwisata pasangan Presiden dan Wapres terpilih Prabowo–Gibran. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan lintas sektor bagi pengembangan pariwisata petualangan di Indonesia.
Dalam sambutannya, Ketua Umum IATTA periode 2017–2025 Cahyo Alkantana menegaskan kembali visi besar IATTA, yakni menjadikan Indonesia sebagai destinasi wisata petualangan kelas dunia yang berkualitas, berkelanjutan, dan berdaya saing global.
Cahyo mengungkapkan bahwa selama delapan tahun kepemimpinannya, IATTA berhasil menorehkan berbagai tonggak penting. Di antaranya penyelenggaraan program pelatihan dan sertifikasi bagi pelaku wisata petualangan, pembinaan komunitas, hingga kolaborasi dengan industri, asosiasi, serta pemerintah.
“Periode ini tentu tidak mudah. Kita lahir, lalu menghadapi hantaman pandemi COVID-19 yang membuat banyak sektor lumpuh. Namun berkat kerja keras bersama, kita berhasil melewati tantangan itu dan terus tumbuh,” tutur Cahyo yang disambut tepuk tangan hangat para peserta.
Munas 2025 dihadiri sekitar 50 peserta yang terdiri atas perwakilan asosiasi, anggota DPP dan DPW IATTA dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Aceh, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Yogyakarta, Jawa Barat, hingga Riau. Selain itu, mitra strategis dan tamu undangan juga ikut hadir, menciptakan suasana yang kaya akan ide, pengalaman, serta jejaring baru.
Momen penting dalam Munas 2025 adalah terpilihnya Amalia Yunita sebagai Ketua Umum IATTA periode 2025–2029. Sebelumnya, Amalia menjabat sebagai Sekretaris Jenderal IATTA dan dikenal aktif mendorong berbagai program pengembangan wisata petualangan di Indonesia.
Dalam sambutan perdananya sebagai Ketua Umum, Amalia menegaskan komitmennya untuk membawa IATTA ke level lebih tinggi.
“IATTA harus berperan strategis dalam meningkatkan kualitas wisata petualangan Indonesia. Kita ingin menegaskan bahwa Indonesia adalah surga wisata petualangan dunia, mulai dari gunung, laut, hutan, sungai, hingga gua-gua yang eksotis,” ujar Amalia penuh semangat.
Kesuksesan Munas IATTA 2025 juga mendapat dukungan dari berbagai brand dan komunitas wisata petualangan terkemuka seperti EigerIndo, Bravo Adventure, Arus Liar, dan Cave Jomblang. Dukungan ini menjadi bukti nyata kolaborasi erat antara asosiasi, industri, dan komunitas dalam memajukan sektor pariwisata petualangan.
Agenda penutup Munas ditandai dengan penetapan Dewan Pengarah, pembentukan formatur kepengurusan baru, serta pembaruan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) IATTA. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat fondasi organisasi agar lebih adaptif menghadapi dinamika global pariwisata.
Dengan kepemimpinan baru di bawah Amalia Yunita, IATTA optimistis mampu memperluas jejaring internasional, meningkatkan standar kualitas layanan wisata petualangan, serta memastikan keberlanjutan lingkungan dalam setiap kegiatan wisata.
Munas IATTA 2025 tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga momentum penting untuk menegaskan positioning Indonesia di mata dunia sebagai “The Adventure Paradise of The World”, sebuah surga bagi para pencinta petualangan dari seluruh penjuru dunia.



