REDAKSI8.COM – Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke 45 tingkat Kabupaten Banjar yang dilaksanakan di Kecamatan Mataram Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan berjalan dengan lancar selama 4 hari yang dimulai dari tanggal 12 – 15 Juni 2022 kemarin.
Tetapi setelah penutupan, ada hal yang tidak diinginkan terjadi, setelah pejabat pemerintahan Kabupaten Banjar sudah balik kanan dari kegiatan penutupan MTQ ke 46 tersebut, yakni para penghibur membawakan lagu yang tidak sesuai dengan kegiatan MTQ.

Menanggapi video yang beredar tersebut, Muhammad Iqbal anggota DPRD Kabupaten Banjar sangat menyayangkan terjadinya peristiwa tersebut yang dirasa telah mencoreng kesakralan dari kegiatan MTQ dan juga Kabupaten Banjar.
“Sangat disayangkan terjadi kejadian yang tidak pernah terjadi di kabupaten banjar, acara MTQ di tutup dengan nyanyian sambil joget yang tidak mencerminkan adab dan akhlaq Alquran,” tuturnya, Kamis (16/6/2022).
Adapun terlepas disengaja atau tidak di sengaja, Menurut politisi dari Partai Gerindra bahwa ini merupakan kejadian yang dirasa mencoreng MTQ dan tak sepantasnya terjadi, dan sebagai anggota komisi IV yang membidangi terkait keagamaan sangat menyayangkan ini terjadi.
“Semoga komisi IV DPRD Kabupaten Banjar cepat mengadakan pemilihan pimpinan komisi IV yang sebelumnya telah di anulir oleh rapat paripurna, dengan adanya ketua komisi IV agar fungsi pengawasan bisa maksimal di bidang keagamaan agar kejadian seperti ini bisa menjadi perhatian lebih karena kalau bahasa Banjarnya kejadian seperti ini membari supan banar,” ucapnya
Menurut Muhammad Iqbal, ini juga menjadi pelajaran, apalagi kita akan melaksanakan MTQ tingkat nasional, jangan sampai panitia kecolongan dan tidak dapat menyesuaikan dan mensukseskan acara tersebut.
“Banyak grup sholawat lokal dalam negeri maupun luar negeri yang bisa mengisi acara MTQ agar nantinya selaras dan sesuai dengan acara yang akan dilakukan pada acara keagamaan dan dapat berjalan khidmat untuk mendapatkan Ridho Allah SWT dan Syafaat Nabi Muhammad SAW,” ucapnya lagi
Ia juga berharap semoga kita dapat menjaga amanah para Guru dan Alim Ulama dan juga masyarakat banjar untuk menjaga kabupaten banjar yang bergelar serambi mekkah agar hidup kita berkah dunia dan akhirat.
“Walau kita berada di luar daerah Daan saat ini kita masih melaksanakan diklat partai Gerindra di Hambalang, mendengar kabar dan berita yang sangat mengecewakan ini tentunya menjadi perhatian kita semua terlebih lagi sebagai anggota komisi IV,” tutupnya



