REDAKSI8.COM, JAKARTA – Kepercayaan masyarakat terhadap Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) terus menguat. Hal ini tercermin dari lonjakan jumlah peserta Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) 2026 yang kembali mencatat tren positif, sekaligus menunjukkan meningkatnya minat generasi muda untuk melanjutkan pendidikan tinggi di kampus-kampus Islam negeri.
Fakta tersebut mengemuka dalam forum Scoring dan Sidang Kelulusan UM-PTKIN 2026 yang diselenggarakan Panitia Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) PTKIN di The Grand Platinum Hotel, Jakarta.

Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, M.A., yang hadir memberikan arahan kepada seluruh rektor dan pimpinan PTKIN se-Indonesia, menegaskan bahwa PTKIN mengemban peran strategis sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus lembaga yang membentuk karakter dan nilai-nilai keislaman yang moderat.
Menurut Menag, proses penerimaan mahasiswa baru bukan sekadar agenda administratif tahunan, melainkan investasi jangka panjang dalam menyiapkan sumber daya manusia Indonesia yang unggul.
“Proses penerimaan mahasiswa baru adalah gerbang awal. Dari sinilah kita menyaring calon-calon pemimpin masa depan yang tidak hanya cerdas secara akademik dan menguasai teknologi, tetapi juga memiliki integritas moral yang kokoh serta komitmen kuat terhadap nilai-nilai moderasi beragama,” tegas Nasaruddin Umar.
Ia menilai, kualitas seleksi menjadi fondasi penting dalam melahirkan generasi yang mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri dan nilai-nilai kebangsaan.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Amien Suyitno, M.Ag., mengapresiasi keberhasilan transformasi digital yang diterapkan dalam sistem UM-PTKIN. Menurutnya, inovasi teknologi yang terus dikembangkan berhasil meningkatkan efektivitas, transparansi, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap proses seleksi.
“Kepercayaan masyarakat adalah aset tertinggi kami. Integritas seleksi yang profesional, objektif, dan akuntabel menjadi kunci utama mengapa institusi PTKIN semakin diminati sebagai destinasi pendidikan tinggi utama di Indonesia,” ujarnya.
Optimisme tersebut diperkuat oleh data yang dipaparkan Ketua Panitia Nasional PMB PTKIN 2026, Prof. Dr. Abd. Aziz, M.Pd.I. Ia menyebut, penyelenggaraan UM-PTKIN tahun ini mencatat pertumbuhan peserta yang signifikan dibandingkan dua tahun sebelumnya.
Sebanyak 142.836 calon mahasiswa telah membuat akun pendaftaran. Dari jumlah tersebut, 118.524 peserta memilih program studi, dan 111.353 peserta berhasil menyelesaikan proses finalisasi pendaftaran.
“Angka finalisasi tahun ini menunjukkan grafik pertumbuhan yang sangat konsisten dibandingkan dua tahun sebelumnya, yakni 95.321 peserta pada 2024 dan 102.445 peserta pada 2025. Ini membuktikan bahwa PTKIN semakin kompetitif dan menjadi pilihan utama lulusan SMA, MA, SMK maupun pesantren,” jelas Abd. Aziz.
Peningkatan jumlah peserta tersebut dinilai menjadi indikator semakin kuatnya posisi PTKIN dalam peta pendidikan tinggi nasional. Selain menawarkan pendidikan berbasis keislaman, PTKIN kini juga terus mengembangkan berbagai program studi unggulan yang adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja, perkembangan sains, teknologi, dan transformasi digital.
Panitia Nasional PMB PTKIN juga mengumumkan bahwa hasil seleksi UM-PTKIN 2026 akan diumumkan secara serentak pada 30 Juni 2026 pukul 15.00 WIB melalui laman resmi https://pengumuman-um.ptkin.ac.id.
Dengan tren peningkatan peminat yang terus berlanjut, PTKIN optimistis mampu mencetak lebih banyak lulusan berkualitas yang tidak hanya unggul dalam kompetensi akademik, tetapi juga berkarakter, moderat, serta siap menjadi agen perubahan bagi kemajuan bangsa.



