REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai terjadi di wilayah Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru, meski sebagian vegetasi masih dalam kondisi hijau.
Namun, situasi cuaca yang panas dan angin kencang menjadi faktor utama cepatnya penyebaran api.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Banjarbaru, Harun Arrasyid mengatakan, baru-baru ini telah terjadi 2 kejadian kebakaran lahan dengan luasan yang cukup signifikan di wilayah Cempaka.
“Sampai saat ini ada dua kejadian yang cukup besar di wilayah Cempaka, masing-masing sekitar 3,8 hektare dan 3,2 hektare,” ujarnya, Rabu (15/4/26).
Ia menjelaskan, kebakaran tersebut menjadi perhatian serius Pemerintah karena terjadi saat kondisi lahan masih relatif hijau, tetapi tetap mudah terbakar akibat cuaca ekstrem.
“Padahal vegetasinya masih hijau, tetapi karena cuaca sangat panas dan angin cukup kencang, api cepat sekali meluas,” jelasnya.
Menurutnya, kombinasi suhu tinggi dan angin kencang menjadi tantangan utama dalam penanganan karhutla di lapangan, karena dapat mempercepat pergerakan api ke area yang lebih luas.
“Kondisi ini menjadi tantangan bagi kami dalam melakukan penanganan di lapangan,” katanya.
Selain itu, karakteristik lahan juga turut mempengaruhi tingkat kerawanan kebakaran, terutama pada musim kemarau panjang yang diprediksi akan berlangsung dalam beberapa bulan ke depan.
Dengan adanya kejadian ini, Harun mengingatkan, bahwa potensi kebakaran dapat terjadi kapan saja, bahkan sebelum puncak musim kemarau tiba.
“Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan pembakaran lahan dalam kondisi apa pun,” tutupnya.



