REDAKSI8.COM, BANJARBARU – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (UID Kalselteng) menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan oleh organisasi kemahasiswaan terkait maraknya pemadaman listrik di Kalimantan Selatan (Kalsel).
Selain mengkaji tuntutan yang disampaikan, PLN juga menargetkan kondisi kelistrikan di Kalimantan berangsur pulih dan kembali normal pada bulan Juli 2026.
Senior Manager Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN UID Kalselteng, Muhammad Arif Fikri juga turut mengapresiasi masukan yang disampaikan mahasiswa dan memastikan seluruh aspirasi akan dipelajari sesuai prosedur yang berlaku.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada teman-teman mahasiswa yang sudah bersilaturahmi ke sini. Beberapa masukan dan tuntutan yang disampaikan akan kami tindak lanjuti sesuai SOP dan aturan yang berlaku di PLN,” ujarnya kepada awak media, Kamis (2/7/26).
Ia menjelaskan, pemadaman listrik itu terjadi akibat gangguan pada sistem kelistrikan di Kalimantan sehingga PLN harus menerapkan manajemen beban untuk menjaga keandalan pasokan.
“Permasalahan yang ada saat ini adalah gangguan kelistrikan di Kalimantan, sehingga berdampak kepada kami harus melakukan manajemen beban,” jelasnya.
Arif juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Bahkan seluruh personel PLN terus bekerja tanpa henti untuk mempercepat proses pemulihan.
“Kami mohon maaf kepada masyarakat dan mohon doanya agar kondisi ini segera selesai. Tim PLN saat ini bekerja 24 jam setiap hari agar kelistrikan di Kalimantan bisa segera normal kembali,” ungkapnya.
Pihaknya pun berharap proses pemulihan dapat segera membuahkan hasil sehingga pasokan listrik dapat kembali normal dan stabil dalam waktu dekat.
“Mudah-mudahan pada bulan Juli ini kelistrikan bisa berangsur-angsur pulih dan secepatnya kembali normal seperti yang kita harapkan bersama,” tuntasnya.



