REDAKSI8.COM – Untuk meningkatkan produktivitas padi, ground breaking kegiatan optimalisasi lahan rawa lebak dan pasang surut di Kabupaten Banjar tahun 2018 mulai dikerjakan untuk menuju Indonesia lumbung pangan dunia 2045.
Bupati Banjar KH Khalilurrahman bersama dengan Kepala Subdirektorat Optimasi dan Rehabilitasi Lahan Ir Yanri, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Kalimantan Selatan Ir H Faturrahman, Dinas Tanaman Pangan Holtikoltura Kabupaten Banjar Ir. H. Muhammad Fachry, melakukan Pencanangan (Ground Breaking) dimulainya pelaksanaan optimalisasi lahan rawa Jalan Reel Ujung Desa Pesayangan Kecamatan Martapura.
Pada acara tersebut juga hadir Dandim 1006 Martapura Letkol Inf M Ghoffar Ngismangil, Camat Martapura Kota Achmad Junaidi, dan Konsultan SID Optimalisasi Lahan Rawa Lebak.

“Saya selaku Bupati Banjar sangat mendukung sepenuhnya (kegiatan optimalisasi lahan rawa lebak) ini. Pertahankan Kabupaten Banjar sebagai lumbung pangan di Kalimantan Selatan dengan slogan kindai limpuar,” ujar Bupati Banjar.
Ia menambahkan, kegiatan optimalisasi lahan rawa lebak adalah upaya untuk meningkatkan indeks pertanaman (IP) suatu lahan pertanian, dari lahan tidur menjadi lahan produktif.
Bupati Banjar juga meminta kepada warga masyarakat untuk bisa bersama-sama menjaga dan merawat hasil dari kegiatan optimalisasi lahan yang dilaksanakan, baik itu merupakan saluran air, tanggul dan pintu air agar kegiatan budidaya padi tidak terhambat dan tidak mengalami kendala lagi di kemudian hari.

Selain itu, bupati juga meminta kepada dinas tanaman pangan dan holtikultura bersama Dinas PUPR Kabupaten Banjar untuk berkoordinasi dan bersinergi dalam melaksanakan pembangunan proyek sumber daya air, sehingga manfaatnya bisa maksimal dirasakan masyarakat khususnya bagi petani.
Optimalisasi lahan ini rencananya akan dilaksanakan seluas 700 hektar, dengan rincian 500 hektar di lahan rawa lebak dan 200 hektar di lahan rawa pasang surut.



