REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadan di Kota Banjarbaru mulai dievaluasi.
Sejumlah masukan dari orang tua penerima manfaat menjadi perhatian Koordinator Wilayah (Korwil) MBG setempat.

Sejak hari pertama sekolah di bulan puasa, paket MBG disalurkan dalam bentuk makanan kering, seperti roti, telur, dan buah-buahan. Namun, sebagian orang tua mengeluhkan tidak adanya susu dalam paket tersebut.
Koordinator Wilayah MBG Kota Banjarbaru, Citra Nurfitriani mengakui, tahun ini merupakan pelaksanaan perdana MBG Ramadan sehingga berbagai evaluasi masih terus dilakukan.
“Sejauh ini memang banyak evaluasi karena merupakan tahun pertama MBG Ramadan di Banjarbaru. Kedepannya kami memang evaluasi besar-besaran, agar kedepannya kami bisa memperbaiki apa yang kurang-kurang dari sebelumnya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sejak awal pelaksanaan, Badan Gizi Nasional (BGN) tidak mewajibkan susu dalam paket MBG Ramadan.
Karena program ini mengacu pada pedoman gizi seimbang Kementerian Kesehatan RI, yakni konsep Isi Piringku yang menggantikan pola lama 4 Sehat 5 Sempurna.
“Jadi sekarang mungkin orang tahunya 4 sehat 5 sempurna, sekarang kami pakai isi piringku. Jadi isi piringku memang susu tidak menjadi suatu komponen yang wajib,” jelasnya.
Menurutnya, dalam konsep Isi Piringku, susu bukan komponen wajib dan dapat digantikan dengan sumber protein lain seperti telur atau ayam.
Selain menu, evaluasi juga menyasar peran Kepala SPPG di masing-masing wilayah, khususnya dalam pemilihan menu dan sistem distribusi agar sesuai arahan.
“Jadi kami evaluasi dari pihak kepala SPPG-nya juga untuk pemilihan menu-menu mana yang baik, terus juga bagaimana pendistribusinya yang baik sesuai dengan arahan,” tutupnya.
Saat ini, di Kota Banjarbaru terdapat 28 SPPG yang telah beroperasi, sementara 90 lainnya masih dalam tahap pembangunan untuk mendukung perluasan program MBG ke depan.



