REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Soto Banjar didorong menjadi identitas ekonomi daerah yang mampu menembus pasar nasional hingga internasional, seiring komitmen Pemerintah Pusat memperkuat sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) kuliner.
Pada momentum pucak perayaan Hari Jadi ke-27 Kota Banjarbaru dimanfaatkan untuk mengangkat potensi kuliner lokal sebagai penggerak ekonomi.
Di tengah sajian 15.000 porsi Soto Banjar yang disajikan, Pemerintah Pusat menilai langkah ini sebagai strategi konkret memperkuat identitas daerah.
Menteri UMKM, Maman Abdurrahman menyebut, penguatan kuliner lokal seperti Soto Banjar dapat berdampak langsung terhadap pertumbuhan sektor UMKM.
“Saat Soto Banjar ini semakin terkenal, ia akan menjadi identitas kuat bagi orang Banjar. Ketika identitas itu terbentuk, otomatis sektor gastronomi akan maju, dan yang paling diuntungkan adalah teman-teman pengusaha mikro, kecil, hingga menengah,” ujarnya saat diwawancarai, Senin (20/4/26).
Menurutnya, langkah Pemerintah Kota Banjarbaru menjadikan Soto Banjar sebagai ikon kuliner merupakan strategi tepat dalam membangun daya saing daerah melalui sektor gastronomi.
Pemerintah Pusat pun menegaskan komitmennya untuk mendukung pengembangan tersebut melalui berbagai program konkret, mulai dari perluasan akses pasar hingga dukungan permodalan bagi pelaku UMKM.
“Saya pikir ini program yang bagus sekali. Salah satu kehadiran kami Kementerian UMKM di sini juga akan mendorong terus kampanye untuk makanan Soto Banjar ini,” ungkapnya.
Selain itu, sinergi dengan lembaga keuangan terus didorong agar pelaku usaha kuliner mendapatkan kemudahan dalam mengembangkan bisnisnya, termasuk akses pembiayaan dari perbankan.
Tak hanya berhenti pada Soto Banjar, penguatan sektor kuliner juga akan diperluas ke berbagai makanan khas Banjar lainnya sebagai upaya dari pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya.
“Kita akan dorong terus untuk pemodalan dan peluang kemudahan. Soto Banjar ini kita jadikan yang terdepan, disusul dengan makanan-makanan khas lainnya,” tutupnya.
Langkah tersebut diharapkan mampu membuka peluang lebih luas bagi pelaku UMKM, sekaligus menjadikan kuliner lokal sebagai kekuatan ekonomi baru yang berdaya saing.



