REDAKSI8.COM – Dalam rangkaian kunjungannya di Provinsi Kalsel, Menko PMK meninjau posko pengungsian warga di beberapa titik, yakni di BBPPKS Banjarbaru, Stadion Demang Lehman Banjarbaru, dan Puskesmas Sungai Tabuk Kabupaten Banjar. Kamis (21/1/2021).
Kunjungannya di beberapa titik posko pengungsian itu dilakukan untuk mengecek pelayanan pada para pengungsi, seperti kelayakan tempat tinggal dan kecukupan logistik sandang serta pangan.

Muhadjir melihat kondisi posko pengungsian di Stadion Demang Lehman cukup padat. Karena itu, demi kenyamanan pengungsi dia meminta agar satu ruangan posko cukup diisi oleh satu atau dua keluarga saja. Apabila tidak memungkinkan, dia meminta agar setiap orang di dalam posko pengungsian tetap menjaga protokol kesehatan.
Selain itu, dia meminta agar setiap tamu yang datang akan dilakukan rapid test, dan para pengungsi akan dilakukan swab agar posko pengungsian tidak menjadi klaster Covid-19.
“Saya juga minta agar segera dikirim tes rapidnya. Kemudian mereka yang akan masuk ke pengungsian harus diswab dulu. Nanti akan dikirim alat tes swabnya. Sehingga nanti ketika masuk ke dalam penampungan dipastikan mereka dalam keadaan betul-betul sehat,” ujarnya.
Di posko pengungsian Puskesmas Sungai Tabuk, Menko PMK mengecek kecukupan panganan untuk para pengungsi. Di sana dia mengecek dapur umum yang merupakan swadaya para ibu pengungsi. Menko Muhadjir mengapresiasi swadaya yang dilakukan oleh para kaum ibu pengungsi.
Untuk meringankan beban agar para ibu tak kelelahan, Muhadjir mengatakan, nantinya pemerintah pusat akan menambahkan dapur umum yang akan dikirimkan dari luar Provinsi Kalsel. Penambahan dapur umum juga diharapkan akan membantu kecukupan pangan di seluruh posko pengungsian di Kalsel.
“Karena itu saya mohon dari pihak Kementerian Sosial nanti segera berkoordinasi dapur umum mobile yang ada di luar kalimantan selatan supaya ditarik ke sini. Terutama dari Jawa Timur supaya bisa dibawa ke sini. Ada tujuh buah di Jawa Timur,” terangnya.
Pada kesempatan kunjungannya itu, Menko PMK juga menyerahkan bantuan secara simbolis dari pemerintah pusat kepada Pemerintah Provinsi Kalsel. Bantuan tersebut berupa masker untuk dewasa dan anak-anak, perlengkapan sekolah dan buku bacaan untuk anak, bantuan alat sanitasi, family kit (selimut, sarung, handuk, dan pembalut), serta bantuan logistik pangan dan alat keselamatan berupa tenda pengungsi, pelampung dan perahu darurat.



