REDAKSI8.COM, TANAH BUMBU – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Lingkungan Hidup Kelompok 19 Universitas Lambung Mangkurat terus menggalakkan edukasi pengelolaan sampah di Desa Gunung Antasari, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu.
Berbagai program berbasis lingkungan telah dilaksanakan dengan melibatkan pelajar, masyarakat, hingga komunitas anak-anak sebagai upaya meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya pengelolaan sampah sejak dini.

Koordinator Kelompok 19, Ahmad Fadhil Azhim, mengatakan kegiatan yang dilaksanakan tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga memberikan praktik langsung agar masyarakat dapat menerapkan pengelolaan sampah secara mandiri.
“Melalui program KKN Tematik Lingkungan Hidup ini, kami ingin membangun kebiasaan masyarakat dalam memilah dan mengolah sampah sejak dari sumbernya. Harapannya, pengetahuan yang diberikan tidak berhenti saat kegiatan berlangsung, tetapi dapat diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan masing-masing,” ujar Ahmad Fadhil Azhim. Sabtu (1/8/2026).
Selama pelaksanaan KKN, mahasiswa telah menggelar sejumlah kegiatan edukasi pemilahan sampah.
Di antaranya edukasi kepada sekitar 70 siswa SDN 4 Tungkaran Pangeran pada 17 Juli 2026. Selanjutnya, sosialisasi juga diberikan kepada warga RT 13, RT 5, dan RT 4 dengan melibatkan 26 peserta, kemudian kepada masyarakat RT 10, RT 7, dan RT 1 yang diikuti 33 peserta.
Tak hanya itu, edukasi juga menyasar komunitas anak-anak di RT 2 yang diikuti 35 peserta sebagai upaya menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini.
Selain sosialisasi, mahasiswa KKN juga melaksanakan berbagai demonstrasi pengolahan sampah organik.
Kegiatan tersebut meliputi pembuatan media budidaya maggot yang diikuti 18 peserta, demonstrasi pembuatan pupuk kompos dan pupuk organik cair (POC) dengan 20 peserta, serta pelatihan pembuatan eco-enzyme yang diikuti 19 peserta.
Kepala Desa Gunung Antasari, Saprullah, mengapresiasi rangkaian kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa KKN ULM karena dinilai memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Program yang dibawa mahasiswa KKN sangat relevan dengan kebutuhan desa. Edukasi dan pelatihan seperti ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah sekaligus mendorong terciptanya lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan bernilai ekonomis,” kata Saprullah.
Meski sebagian besar program telah terlaksana, masih terdapat satu agenda yang akan dilaksanakan, yakni pembuatan pot tanaman berbahan ecobrick di salah satu SMK pada 3 Agustus 2026.
Program tersebut diharapkan dapat menjadi contoh pemanfaatan limbah plastik menjadi produk yang bermanfaat sekaligus memperkuat budaya daur ulang di lingkungan sekolah.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Mahasiswa KKN Tematik Lingkungan Hidup Kelompok 19 Universitas Lambung Mangkurat berharap masyarakat Desa Gunung Antasari semakin memahami pentingnya pengelolaan sampah secara berkelanjutan, sehingga mampu mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan ramah lingkungan.



