REDAKSI8.COM, NASIONAL — Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) PT SKS Listrik Kalimantan mengalami gangguan operasional sejak 22 Juli 2026 akibat kebocoran pada pipa boiler.
Peristiwa itu berdampak langsung pada terganggunya sistem pembangkitan energi yang berdampak pada pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah.

Plant Head PT SKS Listrik Kalimantan, Subhan Hasisi menjelaskan, kerusakan terdeteksi setelah tim teknis melakukan pemeriksaan intensif di area komponen utama.
“Hasil inspeksi menunjukkan adanya erosi, keropos, serta beberapa lubang pada pipa saluran air yang mengakibatkan penurunan suhu dasar (bed temperature<-red) secara drastis sehingga unit pembangkit tidak dapat beroperasi secara normal,” jelasnya saat kunjungan Perwakilan Ombudsman Republik Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah ke PLTU Tumbang Kajuei milik PT SKS Listrik Kalimantan (PLTU SLK), di Desa Tumbang Kajuei, Kabupaten Gunung Mas, Rabu (29/7).
Menanggapi situasi tersebut, manajemen sontak mengambil langkah penanganan secara bertahap dengan memprioritaskan standar operasional dan keselamatan kerja.
Proses pemulihan diawali dengan pendinginan sistem, sterilisasi area kerja dari potensi gas berbahaya, hingga pemeriksaan menyeluruh pada setiap jalur pipa.
Selanjutnya, tim teknis melakukan pemotongan bagian pipa yang rusak, pengelasan kembali, pengujian sistem secara komprehensif, sebelum akhirnya masuk ke tahap pemanasan (firing) supaya unit dapat beroperasi secara optimal.
Manajemen PT SKS Listrik Kalimantan menargetkan seluruh proses perbaikan itu selesai dan unit pembangkit dapat kembali terhubung ke sistem kelistrikan secara penuh pada 5 Agustus 2026 mendatang.



