REDAKSI8.COM – Di Kota Banjarbaru dalam beberapa tahun terakhir, telah terjadi pengurangan yang cukup signifikan terkait luasan kawasan permukiman kumuh.
Hal ini disampaikan oleh Walikota Banjarbaru H Nadjmi Adhani, saat menghadiri acara serah terima Bantuan Dana Investasi (BDI) Scale Up Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) 2018, di halaman Kantor Kelurahan Landasan Ulin Utara, Selasa (18/9/18).
Nadjmi Adhani menyampaikan, jika pada tahun 2012 tercatat luas permukiman kumuh di Kota Banjarbaru sebesar 349,12 Hektar, maka pada akhir tahun 2017 tersisa 170,77 Hektar atau terjadi pengurangan lebih dari 50 persen.
”Keberhasilan ini tentu bukan hanya kerja satu pihak saja, melainkan karena dukungan dari berbagai pihak,” ujarnya.
Ia menyebutkan, dukungan tersebut datang dari DPRD Kota Banjarbaru, Kementerian Pekerjaan Umum RI melalui satuan kerja pengembangan kawasan permukiman Provinsi Kalsel dan tim pendamping Program Kotaku.
Selain itu, ada pula peran dari komunitas peduli lingkungan, kalangan akademisi, serta organisasi-organisasi kemasyarakatan seperti LPM, LKM, dan KSM.
”Dan yang terutama adalah kesadaran dan peran serta aktif dari masyarakat Kota Banjarbaru untuk mewujudkan lingkungan permukiman yang sehat dan nyaman,” lugasnya.



