REDAKSI8.COM, BALANGAN – Paradigma penanggulangan bencana di Kabupaten Balangan mulai bergeser secara progresif dari sekadar penanganan pascabencana menjadi penguatan mitigasi di hulu.
Langkah konkret ini ditunjukkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (Forum PRB) Kabupaten Balangan saat menerjunkan personelnya dalam aksi Babarasih Aliran Sungai Balangan (BASARUAN) IV di Desa Balang, Kecamatan Paringin, yang berlangsung sepanjang 20–21 Juni 2026.


Mengusung pesan global Saatnya Bekerja untuk Iklim dengan tagar #NowForClimate, operasi lingkungan selama dua hari ini tidak hanya diisi dengan penanaman pohon di bantaran dan pelepasan benih ikan.
Menggunakan taktik penelusuran langsung, tim gabungan yang terdiri dari pemerintah daerah, korporasi, komunitas, hingga warga setempat melakukan pengarungan Sungai Balangan untuk memburu dan memilah sampah plastik yang mengancam ekosistem air.
Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Balangan, Muhammad Nor, yang ikut turun langsung ke lapangan mengapresiasi metode pembersihan yang dinilai lebih menyentuh akar masalah ini.
“Selain mengikuti pengarungan menggunakan lanting, para peserta juga melakukan pemilahan sampah yang ditemukan di sepanjang aliran sungai. Mudah-mudahan kegiatan ini dapat terus berlanjut dan menjadi contoh bagi masyarakat untuk ikut menjaga kebersihan sungai,” ujarnya usai menyisir aliran air.
Menurut Ketua Pelaksana BASARUAN IV, Muhammad Anas Alfatihah, strategi pemulihan daerah aliran sungai (DAS) ini dibagi menjadi dua fase.
Pada hari pertama, relawan fokus menanam sekitar 100 bibit pohon di area kritis bantaran guna memperkuat cengkeraman tanah, disusul sterilisasi air dan pelepasan benih ikan.
Memasuki hari kedua, aksi ekstrem menyisir sungai dilakukan demi menjaring sampah plastik yang nantinya akan ditimbang untuk didaur ulang.
“Harapan kami ke depan, sarana dan prasarana pendukung dapat ditingkatkan sehingga semakin banyak masyarakat, komunitas maupun LSM yang terlibat dalam kegiatan peduli lingkungan,” katanya.
Anas memberikan peringatan keras kepada warga bantaran agar menghentikan aktivitas penebangan pohon di tepian sungai serta mengelola limbah rumah tangga dengan bijak demi menyelamatkan urat nadi kehidupan Balangan tersebut.
Dari kacamata kebencanaan, kondisi Sungai Balangan yang kian mendesak menjadi alasan utama keterlibatan lembaga penyelemat.
Sekretaris Forum PRB Kabupaten Balangan, Surya Dharma, menegaskan bahwa kebersihan sungai berbanding lurus dengan keselamatan warga dari ancaman bencana hidrometeorologi.
Sebagai bukti komitmen, Forum PRB menanam pohon pembenteng erosi sekaligus memasang papan penanda komitmen di area DAS Balangan.
“Mengikuti dan mendukung kegiatan Basaruan ini adalah bagian dari upaya kami bersama menjaga daerah aliran sungai. Sungai yang bersih dan daerah resapan yang terjaga akan mengurangi risiko banjir dan longsor saat musim hujan,” ujar Surya Dharma mengingatkan ancaman yang mengintai.
Senada dengan hal itu, Kepala Pelaksana BPBD Balangan melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Jumaidil Hairi, menegaskan bahwa keikutsertaan instansinya dalam BASARUAN IV merupakan bagian dari strategi pertahanan daerah sebelum bencana terjadi. Keterlibatan aktif ini menandai keseriusan pemerintah dalam memotong siklus banjir tahunan.
“BPBD Balangan berkomitmen hadir tidak hanya saat tanggap darurat, tetapi juga pada tahap pencegahan. Kegiatan seperti Basaruan IV ini merupakan investasi pengurangan risiko bencana jangka panjang,” tegas Jumaidil.
Melalui pendekatan mitigasi berbasis lingkungan ini, gerakan BASARUAN IV berhasil memicu kesadaran kolektif baru.
Sinergi lintas sektor di Balangan membuktikan bahwa menjaga kelestarian sungai bukan lagi sekadar urusan estetika alam, melainkan sebuah investasi mutlak untuk melindungi nyawa dan ruang hidup masyarakat di masa depan.



