KOTABARU, REDAKSI8.COM – Dalam rangka memeriahkan Hari Bhakti Pemasyarakatan (HBP), Lapas Kelas IIA Kotabaru menggelar ‘Festival Band dan Nyanyi Solo terhadap warga binaan setempat, Sabtu (29/04/2023).
Kalapas Kotabaru Yosef Benyamin Yambise, mengatakan, festival tersebut masuk dalam rangkaian peringatan HBP ke-59 dilaksanakan sejak 1 Maret hingga 3 Mei 2023 Mendatang.


Festival yang diikuti oleh 7 group band warga binaan Lapas Kotabaru itu diwajibkan menyanyikan 2 (dua) buah lagu, satu lagi adalah lagu ciptaan Kalapas.
“Salah satu menjadi lagu wajib bagi group band yang dilantunkan yaitu lagu ciptaan kami berjudul Kotabaru Bumi Saijaan,” ucapnya.
Selain 7 group band, festival ‘Nyanyi Solo’ diikuti oleh 12 peserta yang kesemuanya itu merupakan warga binaan pemasyarakatan kelas IIA Kotabaru.
Selain Kepala Pengamanan Lapas (KPLP) Lapas Kotabaru, Agus Rahmat Ramdoni
sebagai juri, tak tanggung-tanggung panitia menghadirkan juri dari PAPPRI Kotabaru yakni Selamat Aryadi.
Selama peringatan HBP, Lapas kelas IIA Kotabaru mengadakan dan mengikutkan berbagai jenis lomba, baik di internal offline/ secara langsung maupun antar lapas se Indonesia secara online.
Beberapa perlombaan yang di selenggarakan Lapas kelas IIA Kotabaru yaitu olahraga futsal, bola volly, catur dan lain-lain. Sedangkan perlombaan Nasional yang diikuti yaitu pembuatan film pendek, Lomba Ketangkasan Baris Berbaris (LKBB), stand up komedi dan MTQ.
Satu cabang diantaranya yakni Stand Up Comedy, WBK setempat yang diwakili oleh Aulia Hadi telah berhasil meraih prestasi juara (2) dua Nasional melalui online.
Sementara itu, peraih Runner up di cabang Stand Up Comedy tingkat Nasional antar Lapas, Aulia Hadi mengucapkan terimakasih dan apresiasi atas keberhasilannya, serta dukungan Kalapas setempat beserta jajarannya sehingga dirinya berhasil meraih juara.
“Terimakasih kepada Kalapas Kotabaru beserta jajarannya atas binaannya sehingga kami dapat ikut serta menyalurkan bakatnya hingga sampai juara 2 Nasional” ucap hadi
Hadi menambahkan, sebagaimana dilakukan Kalapas Yosef sangat membuat dia dan warga binaan lain merasa benar-benar dibina.
Dimana hal itu nantinya menjadi bekal setelah bebas. Supaya lebih percaya diri dan yakin akan mendapatkan kesempatan berkehidupan yang layak sebagai mana masyarakat pada umumnya. (ADV).
Penulis Dewi Susanti



