Merasa Hina, Badut Ini Ingin Punya Usaha Sendiri
Salah seorang badut yang namanya tidak ingin disebutkan mengaku, mata pencaharian yang dilakoninya itu sifatnya hanya sementara.
Sembari mengumpulkan modal dari hasil berjoget itu, Ia memiliki mimpi ingin punya usaha sendiri, yakni bejualan pentol keliling.
“Hina sih sebenarnya pekerjaan ini karena minta-minta. Tapi saya tidak punya pilihan,” ungkapnya kepada wartawan.

Dari Kota Banjarmasin, Ia berangkat seorang diri dengan membawa pakaian badut beserta perlengkapan penunjang lainnya.
Bermodalkan 10 ribu rupiah naik mobil angkot dari terminal Km 6 Banjarmasin, pria bujangan itu kerap turun di halte bus di jalan Ahmad Yani Km 34 dekat lapangan poli Banjarbaru.
Kemudian, Ia beristirahat sejenak di taman dekat minggu raya sebelum melanjutkan perjalanan ke perempatan Bundaran Kota Banjarbaru sampai Qmall.
“Hasilnya nanti dibagi sama yang punya pakaian ini, karena saya cuma merental,” tuturnya.
“Kenapa saya ke Banjarbaru, di Banjarmasin badutnya sudah terlalu banyak. Disini pun kalau salah lokasi, kadang-kadang yang ngasih uang juga sepi,” keluhnya.
Dalam sehari Ia menukas, hasil jogetannya itu menghasilkan pundi-pundi rupiah yang tidak menentu. Relatif, dari 25 ribu sampai 100 ribu rupiah.
Jika nasib baik, Ia mampu mengumpulkan uang hingga seratus ribu lebih. Jika tidak, hanya rasa lelah dan modal bayar angkot pulang pergi yang mengisi kantong kecilnya itu.
“Semoga cepat banyak dapat uang biar cepat berhenti juga dari pekerjaan ini, malu sebenarnya,” pungkasnya.



