REDAKSI8.COM, BALANGAN – Upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat tidak cukup hanya mengandalkan pengobatan di fasilitas kesehatan. Kesadaran untuk mencegah penyakit, menerapkan pola hidup bersih dan sehat, serta keterlibatan masyarakat menjadi kunci penting dalam membangun masyarakat yang sehat dan mandiri.

Hal tersebut menjadi salah satu perhatian dalam kunjungan Direktur Promosi Kesehatan dan Kesehatan Komunitas Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, dr. Niken Wastu Palupi, MKM., ke Puskesmas Paringin, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, Selasa (20/10/2026).

Kunjungan ini menjadi momentum untuk memperkuat pelaksanaan program promosi kesehatan sekaligus mendorong optimalisasi peran puskesmas sebagai pusat pelayanan, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat.

Kedatangan dr. Niken Wastu Palupi disambut Kepala Puskesmas Paringin, dr. Aulia Asmi Setiawaty, bersama jajaran tenaga kesehatan dan pegawai puskesmas. Wakil Bupati Balangan, H. Akhmad Fauzi, bersama Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Balangan, Yanti Fauzi, turut menjadi bagian dari perhatian terhadap penguatan program kesehatan masyarakat di daerah tersebut.

Promosi kesehatan memiliki peran strategis dalam mengubah cara pandang masyarakat terhadap kesehatan. Masyarakat tidak hanya didorong untuk datang ke fasilitas kesehatan ketika sakit, tetapi juga perlu dibekali pengetahuan dan kebiasaan untuk mencegah penyakit sejak dini.

Upaya tersebut dapat dilakukan melalui edukasi mengenai perilaku hidup bersih dan sehat, pemenuhan gizi seimbang, aktivitas fisik, pemeliharaan kebersihan lingkungan, serta pemeriksaan kesehatan secara berkala sesuai kebutuhan.

Dalam konteks ini, puskesmas memiliki posisi penting karena menjadi fasilitas pelayanan kesehatan yang berhubungan langsung dengan masyarakat. Selain memberikan pelayanan pengobatan, puskesmas juga berperan menyampaikan informasi kesehatan, melakukan upaya pencegahan penyakit, dan mendorong masyarakat berpartisipasi dalam menjaga kesehatan lingkungan.

Melalui penguatan promosi kesehatan, edukasi diharapkan tidak berhenti di ruang pelayanan, tetapi juga menjangkau keluarga, sekolah, lingkungan tempat tinggal, hingga berbagai kelompok masyarakat.

Kunjungan Direktur Promosi Kesehatan dan Kesehatan Komunitas Kemenkes RI tersebut juga menjadi kesempatan untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan tenaga kesehatan dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Dukungan pemerintah daerah diperlukan agar program kesehatan dapat berjalan selaras dengan kebutuhan masyarakat. Koordinasi lintas sektor juga menjadi bagian penting untuk memperluas jangkauan edukasi, meningkatkan pemanfaatan layanan kesehatan, serta mendorong masyarakat lebih aktif dalam upaya pencegahan penyakit.

Keterlibatan Wakil Bupati Balangan, H. Akhmad Fauzi, dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari perhatian pemerintah daerah terhadap pengembangan pelayanan dan edukasi kesehatan bagi masyarakat.

Kolaborasi yang berkelanjutan diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan program kesehatan, sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh masyarakat yang tinggal di pusat perkotaan, tetapi juga menjangkau warga di wilayah yang lebih jauh dari fasilitas pelayanan kesehatan.

Selain dukungan pemerintah dan tenaga kesehatan, pemberdayaan masyarakat juga membutuhkan keterlibatan organisasi sosial, termasuk organisasi perempuan.

Ketua GOW Kabupaten Balangan, Yanti Fauzi, memiliki ruang strategis dalam mendorong penyebarluasan informasi kesehatan melalui jaringan organisasi perempuan dan lingkungan keluarga.

Keluarga merupakan salah satu lingkungan pertama dalam pembentukan kebiasaan hidup sehat. Mulai dari menyiapkan makanan bergizi, menjaga kebersihan rumah, memperhatikan tumbuh kembang anak, hingga memastikan anggota keluarga mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang diperlukan.

Karena itu, edukasi kesehatan yang mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari menjadi penting. Informasi yang tepat diharapkan mampu membantu keluarga mengambil keputusan yang lebih baik dalam menjaga kesehatan diri dan lingkungan.

Pemberdayaan masyarakat juga berarti menempatkan warga bukan sekadar sebagai penerima informasi atau layanan, melainkan sebagai pihak yang ikut berperan dalam mengenali persoalan kesehatan dan mencari solusi bersama.

Tantangan pembangunan kesehatan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan tenaga medis dan fasilitas pelayanan. Tingkat pengetahuan, kebiasaan sehari-hari, kondisi lingkungan, serta kemudahan akses terhadap layanan kesehatan turut memengaruhi upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

Oleh sebab itu, promosi kesehatan perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan pendekatan yang sesuai kebutuhan warga. Edukasi yang komunikatif dan dekat dengan kehidupan sehari-hari akan membantu masyarakat memahami pentingnya pencegahan penyakit serta penerapan perilaku hidup sehat.

Puskesmas Paringin diharapkan dapat terus mengembangkan perannya sebagai penghubung antara pelayanan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Dengan dukungan pemerintah daerah, organisasi perempuan, tenaga kesehatan, serta partisipasi aktif warga, upaya membangun budaya hidup sehat dapat diperkuat dari tingkat keluarga hingga lingkungan masyarakat.

Kunjungan Direktur Promosi Kesehatan dan Kesehatan Komunitas Kemenkes RI ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas promosi kesehatan di Kabupaten Balangan.

Pada akhirnya, keberhasilan pembangunan kesehatan tidak hanya diukur dari kemampuan menangani penyakit, tetapi juga dari kemampuan mendorong masyarakat agar semakin sadar, mandiri, dan aktif menjaga kesehatannya. Dengan kolaborasi yang berkelanjutan, upaya mewujudkan masyarakat Balangan yang sehat dan sejahtera diharapkan semakin kuat.