REDAKSI8.COM – Persoalan Gas LPG 3 Kilogram yang biasa dikenal si Melon seakan tak kunjung usai, mulai dari harganya yang mahal hingga kelangkaannya di pasaran. Tidak hanya itu, kali ini Tim Liputan Redaksi8.com menemukan permasalahan baru, yaitu volume tekanan pada si Melon yang tidak sesuai.
Diungkapkan oleh seorang pedagang bubur di Jalan Intan Sari Kelurahan Sungai Besar Kecamatan Banjarbaru Selatan yang namanya tidak ingin disebutkan, bahwa saat ini ia mengurangi pemakain Gas LPG 3 Kg dan menggantinya dengan Gas LPG Bright 5,5. Lantaran volume tekanan pada si melon tidak sesuai.
“Isinya berkurang mas. Saat regulatornya dipasang, barometernya penuh. Setelah digunakan sebentar jarum penunjuknya berkurang drastis, kan aneh,” ungkapnya kepada Redaksi8.com.
Terpisah, Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kota Banjarbaru Anshori menerangkan, persoalan tersebut seharusnya diketahui oleh pihak pertamina. Pedagang atau masyarakat kecil yang mengalami kerugian seyogyanya melakukan delik aduan kepada pihak Pertamina. Setelah itu sambungnya, pihak pertamina yang akan mengoreksi permasalahan itu dengan mendatangi agen-agen gas di seluruh Kota Banjarbaru.

“Tupoksi kami Disperindag hanya sampai mengawasi kelancaran dan permasalahan harga hingga distribusinya saja. Untuk kualitas barang bukan kami, tapi pihak yang bersangkutan langsung, dalam hal ini kan pihak pertamina,” beber Anshori ketika dikonfirmasi.
“Jika masyarakat bingung dan kurang berani melakukan pengaduan, silahkan saja melewati kita Disperindag. Nanti biar kita yang akan meneruskan keluhannya ke pertamina,” tandasnya.



