REDAKSI8.COM, BALANGAN – Mengembangkan kreativitas anak usia dini tidak hanya dilakukan melalui kegiatan belajar di dalam kelas, tetapi juga dengan melibatkan orang tua dalam proses pembelajaran. Semangat inilah yang terlihat dalam kegiatan ajang kreativitas anak melalui seni kolase yang dilaksanakan TK Negeri Pembina Kecamatan Juai, Kabupaten Balangan, Sabtu (17/10/2026).
Kegiatan yang merupakan bagian dari program Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Provinsi Kalimantan Selatan tersebut berlangsung di selasar kelas TK Negeri Pembina Juai. Anak-anak bersama orang tua tampak antusias mengikuti kegiatan dengan suasana penuh keakraban, kebersamaan, dan kekeluargaan.
Melalui kegiatan ini, anak-anak diberi kesempatan untuk berkreasi dengan menempelkan berbagai bahan menjadi sebuah karya kolase yang menarik. Tidak sekadar menghasilkan karya seni, aktivitas tersebut juga menjadi sarana pembelajaran untuk melatih kemampuan anak sekaligus membangun kedekatan emosional antara orang tua dan buah hati.
Kepala TK Negeri Pembina Kecamatan Juai, Bahrudin, menyampaikan bahwa kegiatan kolase bersama orang tua bertujuan mengembangkan kreativitas anak melalui aktivitas yang menyenangkan dan edukatif.
Menurutnya, keterlibatan orang tua dalam kegiatan pembelajaran di sekolah memiliki peran penting dalam mendukung tumbuh kembang anak. Dengan mendampingi anak secara langsung, orang tua dapat memberikan dukungan, motivasi, serta kesempatan bagi anak untuk mengeksplorasi ide dan imajinasinya.
“Melalui kegiatan kolase bersama orang tua, kami berharap kreativitas, kemandirian, kemampuan motorik halus, dan rasa percaya diri anak dapat berkembang secara optimal. Kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan dan ikatan kasih sayang antara anak dan orang tua,” ujarnya.

Bahrudin menambahkan, kolaborasi antara pihak sekolah dan keluarga merupakan salah satu unsur penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang positif. Pendidikan anak usia dini akan berjalan lebih baik apabila guru dan orang tua saling mendukung dalam memberikan pengalaman belajar yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak.
Dalam kegiatan kolase, anak-anak tidak hanya belajar menempelkan bahan sesuai pola atau bentuk yang diinginkan. Mereka juga belajar mengenal warna, menyusun komposisi, melatih koordinasi mata dan tangan, serta mengembangkan kemampuan memecahkan masalah sederhana.
Sementara itu, bagi orang tua, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung proses belajar anak, mengenali minat dan kemampuannya, serta memahami bagaimana anak mengekspresikan ide dan kreativitasnya.
Salah satu orang tua siswa yang mengikuti kegiatan tersebut, Zukhairiah, menyambut positif pelaksanaan ajang kreativitas kolase bersama orang tua.
Ia menilai kegiatan tersebut sangat bermanfaat karena memberikan kesempatan bagi orang tua untuk terlibat langsung dalam aktivitas anak di sekolah. Melalui kebersamaan itu, orang tua dapat melihat sejauh mana kemampuan anak sekaligus memahami karakter dan kreativitas yang dimilikinya.
Menurut Zukhairiah, kegiatan seperti ini juga menjadi momen berharga untuk membangun komunikasi dan mempererat hubungan antara orang tua dan anak. Kebersamaan dalam menyelesaikan sebuah karya memberikan ruang bagi keduanya untuk saling berinteraksi, bekerja sama, dan menikmati proses belajar dengan cara yang menyenangkan.
Ia berharap kegiatan serupa dapat kembali dilaksanakan pada kesempatan mendatang, termasuk melalui berbagai aktivitas kreatif lainnya yang melibatkan orang tua dan anak.
“Menurut saya, kegiatan ini sangat bagus bagi orang tua dan anak. Orang tua bisa mengetahui sejauh mana kemampuan anak, sekaligus mempererat ikatan antara orang tua dan anak. Semoga kegiatan seperti ini bisa dilaksanakan lagi pada kesempatan lain,” ungkapnya.
Pelaksanaan kegiatan kolase bersama orang tua menjadi salah satu bentuk upaya membangun sinergi antara sekolah dan keluarga dalam mendukung pendidikan anak usia dini.
Keterlibatan orang tua tidak hanya membantu anak menyelesaikan tugas, tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna. Anak dapat merasakan dukungan langsung dari keluarga, sementara orang tua memperoleh gambaran mengenai perkembangan kemampuan anak di lingkungan sekolah.
Dalam prosesnya, pendampingan tetap perlu memberikan ruang bagi anak untuk mencoba, memilih, dan berkreasi secara mandiri. Dengan demikian, hasil karya bukan menjadi satu-satunya ukuran keberhasilan, melainkan juga proses belajar, keberanian bereksplorasi, dan pengalaman kebersamaan yang diperoleh anak.
Melalui ajang kreativitas anak yang digagas dalam program IGTKI Provinsi Kalimantan Selatan ini, TK Negeri Pembina Kecamatan Juai berharap kegiatan pembelajaran yang melibatkan keluarga dapat terus dikembangkan.
Semangat kebersamaan tersebut diharapkan mampu menciptakan suasana pendidikan yang lebih menyenangkan, memperkuat hubungan antara guru dan orang tua, serta mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh.
Pada akhirnya, pendidikan anak usia dini bukan hanya tentang mengenalkan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga menanamkan rasa percaya diri, kemandirian, kreativitas, dan kasih sayang. Melalui kegiatan sederhana seperti kolase, nilai-nilai tersebut dapat tumbuh dari pengalaman belajar yang hangat bersama orang-orang terdekat anak.









