REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Kepulangan terakhir Kelompok Terbang (Kloter) 13 Debarkasi Banjarmasin masih menyisakan dua orang jemaah haji asal Kota Banjarbaru yang berada di Arab Saudi, Selasa (8/7/25).
Dua jemaah haji itu dari kloter 7 atas nama Hasbullah Ihsan (73) asal Banjarbaru yang belum bisa dipulangkan karena dinyatakan hilang.
Hasbullah diketahui memiliki riwayat demensia atau gangguan ingatan dinyatakan hilang sejak meninggalkan hotel 709 di Mekah pads Selasa 17 Juni 2025 pukul 03.00 waktu Arab Saudi.
Kemudian, Kapsariah Salim (58) dari Kota Banjarbaru yang dinyatakan masih sakit dan dirawat di Rumah Sakit (RS) Arab Saudi.
“Jemaah yang masih belum ditemukan tetap menjadi kewenangan kita dari Kemenag kalsel, Kemenag RI maupun Konsulat Jenderal (Konjen) RI yang ada di Arab Saudi,” ujar Kepala Kanwil Kemenag Kalsel sekaligus Ketua PPIH Embarkasi/Debarkasi Banjarmasin, Muhammad Tambrin.
“Mohon do’a juga karena yang hilang merupakan orang tua, dan kondisi beliau kalau bahasa kampung kita agak mengalilu,” tambahnya.
Sejak dilaporkan hilang sampai dengan saat ini, pencarian Hasbullah masih terus dilakukan oleh pihak Bidang Perlindungan Jemaah (Linjam) PPIH Arab Saudi bekerjasama dengan KKHI, KJRI, Konsultan Haji di Jedah, Otoritas Keamanan Arab Saudi, Imigrasi Syumaisy serta pihak Syarikah dan pihak terkait lainnya.
“Kita mendapatkan informasi petugas haji di Arab Saudi sampai sekarang masih dalam tahap pencarian. Sekali lagi minta doanya karena ini adalah di luar jangkauan ulun, tetapi kita tetap merespon memberikan informasi kepada keluarga dan masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, anak dari Hasbullah, Siti Latifah mengaku, masih belum mendapatkan informasi terkait keberadaan sang ayah yang saat ini masih dalam proses pencarian.
“Belum ada, kita setiap hari bersama Ketua Linjamnya berkomunikasi dan masih dilakukan pencarian belum ada kabar penemuan. Takutnya ketemu orang asing sana biasanya lama, kalau orang Indonesia yang menemukan bisa cepat lapor,” imbuhnya.
Latifah menjelaskan, ayahnya didapati hilang setelah semua proses haji selesai atau tepatnya h-7 sebelum kepulangan menuju ke Tanah Air.
Pencarian pun katanya langsung dilakukan petugas di sekitar hotel yang ditempati jemaah hingga ke sejumlah rumah sakit yang ada di Arab Saudi.
“Mencari dari hotel kita yang di Mekkah, sampai ke semua rumah sakit mungkin kalau bapak diantar ke rumah sakit,” ungkapnya.
Sampai saat ini PPIH Arab Saudi menyatakan, proses pencarian tidak memiliki batas waktu.
Demikian jemaah haji yang hilang akan terus dicari hingga ditemukan keberadaannya walaupun musim haji 1446 Hijiriah/2025 Masehi usai.



